Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Bahasa Batak Karo dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Peta persebaran rumpun bahasa Batak di Sumatra bagian utara. Wilayah persebaran utama bahasa Batak Karo ditandai dengan warna kuning tua dan diberi label dengan kode ISO 639-3 "btx".
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 658 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Bahasa Karo secara historis ditulis menggunakan aksara Karo yang termasuk dalam Surat Batak karena huruf yang dipakai berasal dari wilayah Angkola-Mandailing daerah Tapanuli bagian selatan yang merupakan bagian dari Batak yang kemudian menyebar ke wilayah Batak Toba lalu ke Batak Simalungun dan Batak Pakpak-Dairi lalu yang terakhir adalah wilayah Batak Karo. Aksara Karo atau sering juga disebut tulisen Karo atau Surat Haru yang merupakan turunan dari aksara Brahmi dari India kuno. Namun kini hanya sejumlah kecil orang Karo dapat menulis atau memahami aksara Karo, dan sebaliknya alfabet Latin yang digunakan.
Jumlah penutur bahasa Karo sekitar 600.000 orang pada tahun 1991.
Ada beberapa dialek dalam bahasa Karo, yaitu Karo timur dan Karo barat.[7] Dialek-dialek tersebut dibedakan secara fonologis dan leksikal.[7]
Karo timur
Karo barat
arti
/waluh/
/waloh/
delapan
/sitik/
/sitek/
sedikit
/məlɯhe/
/məlihe/
lapar
/dʒauŋ/
/dʒoŋ/
jagung
Fonologi
Konsonan
bilabial
apikal
palatal
velar
glotal
hambat
bersuara
p
t
tʃ <c>
k
takbersuara
b
d
dʒ <j>
g
frikatif
s
h
nasal
m
n
ɲ <ny>
ŋ <ng>
lateral
l
getar
r
semivokal
w
j <y>
Vokal
Depan
Tengah
Belakang
Tinggi
i
-
u
Sedang
e
ə
o
Rendah
-
a
-
Menurut Woolams (1996), ada vokal ketujuh yaitu vokal tinggi tengah /ɨ/ yang hanya terdapat di sekitar dua puluh lima kata, misalnya reh /rɨh/ 'datang', dem /dɨm/ 'penuh'.
Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Batak Karo". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History.;
Henry Guntur Tarigan; Jago Tarigan (1979). Bahasa Karo(PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. OCLC8182404.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)