Bentuk sapaan
Berikut bentuk-bentuk sapaan dalam bahasa Selayar mencakup di antaranya sebutan kekerabatan,sapaan dalam hubungan keluarga,sapaan non-kekerabatan, dan julukan atau nama panggilan.
Beberapa bentuk sapaan memiliki bentuk yang sama tetapi makna berbeda tergantung konteks pemakaian—misalnya sapaan yang digunakan kepada keluarga, bisa juga dipakai kepada orang yang tidak memiliki hubungan keluarga, tetapi nuansa maknanya berubah.
Penggunaan sapaan di masyarakat Selayar dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, seperti usia, kedudukan atau status, profesi, jumlah orang yang disapa, dan tempat penggunaan. Sapaan digunakan secara fleksibel, mengikuti kebiasaan masyarakat, dan tidak selalu terikat aturan kesopanan yang kaku seperti di beberapa bahasa daerah lain.[4]
Daftar Sapaan Bahasa Selayar
Sapaan Kekerabatan (Kinship Terms)
Digunakan berdasarkan hubungan keluarga. Ammā – Ibu
Contoh: “Ammā, mai disini.” Appā – Ayah
Contoh: “Appā, jokka ki dulu.” Daéng – Kakak (umumnya laki-laki/lebih tua)
Contoh: “Daéng, bantuako ki.”
Sapaan Non-Kekerabatan. Dipakai kepada orang lain yang bukan keluarga. Daéng – Sering dipakai kepada orang lebih tua sebagai hormat, meski bukan kakak kandung. Siala / Siala’ – Untuk teman sebaya. Contoh: “Siala, kemana ki?” Pak / Bu – Dipengaruhi Bahasa Indonesia, tetapi sering dipakai dalam konteks resmi.
Julukan / Nickname (Sebutan Khusus)
Dipakai untuk menandai ciri fisik, sifat, atau kebiasaan seseorang.contoh Ucu’ – Untuk yang paling kecil.
Agong / Gonga’ – Untuk orang berbadan besar. Cippē / Cippe’ – Untuk orang berbadan kecil. Celle’ – Untuk orang yang gesit/cepat. Julukan digunakan akrab, tidak selalu bermakna negatif.
Sapaan Berdasarkan Profesi atau Status
Dipakai untuk menunjukkan jabatan atau peran sosial. Guru – Untuk guru atau tenaga pendidik.Contoh: “Guru, izin bertanya.” Pak Haji / Bu Hajjah – Untuk yang sudah haji.Imām – Untuk pemuka agama.[4]