Biografi
Jayasāro lahir dengan nama Shaun Michael Chiverton pada 7 Januari 1958 di Isle of Wight, Inggris.[1][2][3] Setelah menyelesaikan sekolah dan bekerja untuk mengumpulkan uang, ia menghabiskan beberapa tahun untuk bepergian, melakukan perjalanan darat dari Inggris ke India. Sekembalinya dari sana, ia mengikuti kursus sepuluh hari di sebuah pusat meditasi vipassanā. Pusat tersebut didirikan oleh seorang pria Inggris yang pernah menjadi biku dalam Tradisi Hutan Tailan. Pada malam hari, pria itu memberikan ceramah Dhamma yang menceritakan pengalamannya sebagai biku di Tailan, dan ceramah-ceramah inilah yang menginspirasi Jayasāro untuk menjadi seorang biku.[4]
Pada tahun 1978, ia bergabung dengan komunitas Ajahn Sumedho di Oaken Holt, Oxford, untuk mengikuti retret musim hujan (vassa) sebagai seorang anagārika.[2][4] Pada bulan November tahun tersebut, ia bepergian ke Tailan dan menjadi murid Ajahn Chah di Wat Nong Pah Pong.[2] Penahbisan awalnya (pabbajjā) sebagai samanera (sāmaṇera) berlangsung pada awal tahun 1980, dan ia menerima penahbisan penuh (upasampadā) sebagai seorang bhikkhu pada 3 Juni 1980, pada usia 22 tahun, dengan Ajahn Chah sebagai guru spiritualnya (upajjhāya).[5][1]
Dari tahun 1997 hingga 2002, ia menjabat sebagai kepala wihara di Wat Pah Nanachat.[2][5][1][6]
Pada tahun 2017, ia menerbitkan biografi Ajahn Chah yang berjudul Stillness Flowing.[7]
Pada tahun 2019, ia dianugerahi gelar kehormatan kerajaan dari Raja Vajiralongkorn (Rama X).[8] Pada 9 Maret 2020, ia diberikan kewarganegaraan Tailan melalui dekret kerajaan.[9][10]
Pada 12 Juli 2026, ia dinaikkan pangkatnya menjadi Somdet Phra Rachakhana dan dianugerahi gelar Somdet Phra Maha Phatcharayanamuni. Ia adalah biku kelahiran asing pertama dalam sejarah Tailan yang memegang pangkat Somdet Phra Rachakhana.[1]
Sejak tahun 2003, ia tinggal di sebuah pertapaan di Pak Chong, Nakhon Ratchasima, dekat Taman Nasional Khao Yai. Pertapaan tersebut terkadang disebut sebagai Ban Rai Thosi [th] dan terkadang sebagai Janamāra.[2][1][11][5][7]:xvi