Biografi
Ajahn Amaro lahir dengan nama J. C. J. Horner[3] di Kent. Ia menempuh pendidikan di Sutton Valence School dan Bedford College, Universitas London. Ia adalah sepupu kedua dari I. B. Horner (1896–1981), mendiang Presiden Pali Text Society.[4][5]
Selain memiliki ketertarikan tertentu pada teori-teori Rudolf Steiner—yang diperkenalkan kepadanya oleh Trevor Ravenscroft,[3] antusiasme utama Amaro setelah lulus universitas, berdasarkan pengakuannya sendiri, adalah hal-hal standar di kalangan mahasiswa skeptis pada masa itu: seks, narkoba, dan rock'n'roll.
Setelah menyelesaikan gelar kehormatan dalam bidang psikologi dan fisiologi,[3] pada tahun 1977, ia pergi ke Malaysia, Indonesia, dan Tailan dalam sebuah pencarian spiritual "tanpa batas waktu" yang tidak terdefinisi. Ia kemudian menemukan dirinya berada di timur laut Tailan, di wihara hutan Wat Pah Nanachat. Pengaruh karismatik Ajahn Chah dan dorongan dari biku senior asal Amerika, Ajahn Pabhakaro, menjadi momen yang menentukan baginya. Hal ini mengubah hidupnya. Setelah menjadi seorang petapa awam (anagārika), empat bulan kemudian ia menjadi seorang samanera (sāmaṇera). Pada tahun 1979, ia menerima penahbisan penuh (upasampadā) dari Ajahn Chah serta mengucapkan kaul profesi sebagai seorang bhikkhu Theravāda.[2] Ia menetap di Tailan selama dua tahun. Amaro kemudian kembali ke Inggris untuk membantu Ajahn Sumedho mendirikan Wihara Chithurst di Sussex Barat.[2] Dengan restu dari kepala wiharanya, pada tahun 1983 ia pindah ke Harnham Vihara di Northumberland. Ia menempuh seluruh perjalanan tersebut dengan berjalan kaki, yang didokumentasikan dalam bukunya tahun 1984 berjudul Tudong: The Long Road North.[6][7]
Asal-usul Wihara Abhayagiri di California
Pada awal 1990-an, Amaro melakukan beberapa perjalanan mengajar ke California utara. Banyak dari mereka yang menghadiri retret meditasinya menjadi antusias mengenai kemungkinan mendirikan komunitas kebiaraan permanen di wilayah tersebut.
Sementara itu, Amaravati, wihara induknya di Inggris, menerima sumbangan tanah yang cukup besar di Mendocino County dari Hsuan Hua, seorang master Buddhisme Chan dan pendiri Kota Sepuluh Ribu Buddha di Talmage. Tanah tersebut dialokasikan untuk mendirikan sebuah pusat retret hutan. Karena selama beberapa tahun Ajahn Sumedho telah menghormati master asal Tiongkok tersebut, kedua kepala wihara berharap bahwa, di antara kebajikan lainnya, pusat tersebut akan berfungsi sebagai ikatan simbolis antara silsilah Theravāda dan Mahāyāna yang pada dasarnya berbeda.
Perawatan wihara yang kemudian bernama Abhayagiri diserahkan ke tangan sekelompok praktisi awam, Yayasan Sanghapala.[7] Ajahn Pasanno diangkat sebagai rekan kepala wihara pertama di Abhayagiri bersama Ajahn Amaro. Ia mengumumkan pada 8 Februari 2010 bahwa ia akan meninggalkan Abhayagiri dan kembali ke Inggris, setelah menerima permintaan dari Ajahn Sumedho untuk menggantikannya sebagai kepala wihara di Amaravati.[8]