Pandangan Buddhisme oleh sosialis
Karl Marx tentu menyadari bahwa adanya agama Buddha, namun ia tidak meneliti agama tersebut secara rinci di karya tulisnya. Namun di sebuah surat, Marx pernah menulis:
Aku telah menjadi semacam tongkat jalan, berlarian ke sana kemari sepanjang hari, dan menjaga pikiranku dalam keadaan kehampaan yang oleh Buddhisme dianggap sebagai puncak kebahagiaan manusia.[9]
Ini menunjukkan bahwa setidaknya ia menyadari beberapa prinsip Buddha. Menurut Sam Dresser, Sosialisme memiliki kesamaan dengan Marxisme dalam struktur dasar menganalisis penyebab penderitaan dan meresepkan pengobatan. Dresser juga membandingkan pandangan Marx tentang diri dengan pandangan Buddha. Dresser berpendapat bahwa bagi Marx, karena diri ditentukan oleh totalitas semua hubungan sosial dan ekonomi, tidak ada diri yang tetap.[9]