*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Nani Bala Barua (25 Maret 1911 – 1 September 1989), lebih dikenal sebagai Dipa Ma, adalah seorang guru meditasi BuddhismeTheravāda asal India keturunan Barua.[4] Ia adalah seorang guru Buddhis terkemuka di Asia yang juga mengajar di Amerika Serikat, dan sangat memengaruhi cabang Gerakan Vipassanā di Amerika.[5]
Di masa kecilnya, dia menunjukkan minat yang luar biasa pada praktik-praktik Buddhis, dan lebih suka belajar daripada bermain.[4] Dia sangat ingin bersekolah, tetapi pada tahun 1923 (usia 12 tahun), dia menikah dan kemudian pergi untuk tinggal bersama suaminya, seorang insinyur, di Rangoon (Yangon), Burma.[4] Suaminya kemudian bekerja di Burma, meninggalkan Nani dengan mertuanya. Akhirnya, Nani pindah ke Burma untuk kembali tinggal dengan suaminya. Pada tahun 1929, ketika Nani berusia 18 tahun, ibunya meninggal secara tiba-tiba sehingga meninggalkan seorang bayi laki-laki bernama Bijoy, yang dibawa Nani dan suaminya untuk dibesarkan di Burma karena mereka belum memiliki anak.
Pada usia 35 tahun, Nani mengandung dan melahirkan anak pertamanya, seorang bayi perempuan, yang jatuh sakit dan meninggal pada usia tiga bulan. Empat tahun kemudian, pada tahun 1950, Nani melahirkan seorang putri, Dipa, yang kemudian membuatnya dipanggil Dipa Ma, "Ibu Dipa",[4] karena kesintasan putrinya merupakan peristiwa yang penting baginya. Peristiwa ini diikuti oleh kehilangan seorang anak (putra pertamanya) saat proses kelahiran, kematian mendadak suaminya pada tahun 1957, dan kesedihan serta penderitaan fisik yang luar biasa.
Kehidupan religius
Setelah suaminya meninggal, Dipa Ma sangat tidak bahagia. Suatu hari, seorang dokter menyarankan agar ia belajar meditasi. Ia menghadiri retret meditasi pertamanya di Pusat Meditasi Kamayut di Rangoon.[4] Tak lama kemudian, ia mengikuti retret keduanya di Pusat Thathana Yeiktha, tempat Yang Mulia Mahasi Sayadaw menjadi guru tetap.[4] Di sana, ia dikatakan mengalami tahap pencerahan pertama.[4]
Pada tahun 1963, dia dipilih untuk mempelajari siddhi (kekuatan spiritual) dengan guru India Anagarika Munindra,[7] seorang murid senior Mahasi Sayadaw. Menurut para cendekiawan, kitab Visuddhimagga adalah salah satu kitab yang memberikan rincian eksplisit tentang bagaimana guru spiritual dianggap benar-benar memanifestasikan kemampuan supernormal. Kitab dengan rincian eksplisit semacam itu sangat langka dalam literatur yang sangat banyak dari berbagai bentuk Jainisme, Buddhisme, dan Hinduisme.[8] Kemampuan seperti terbang di udara, berjalan melalui penghalang padat, menyelam ke dalam tanah, berjalan di atas air, dan sebagainya dilakukan dengan mengubah satu unsur, seperti tanah, menjadi unsur lain, seperti udara.[9] Seseorang harus menguasai meditasi kasiṇa sebelum dapat melakukannya.[9] Dipa Ma, yang dilatih melalui metode dalam kitab Visuddhimagga, mengklaim memiliki kemampuan ini, tetapi klaimnya tidak pernah diverifikasi secara independen.[10][butuh sumber yang lebih baik]
Karier mengajar
Pada tahun 1967, ia kembali ke India dan pindah ke Kalkuta, tempat ia mengajar meditasi.[4] Murid formal pertamanya adalah tetangganya, Malati Barua, seorang janda yang berjuang membesarkan enam anak kecil sendirian. Meyakini bahwa pencerahan dapat dicapai dalam lingkungan apa pun, Dipa Ma merancang praktik-praktik yang dapat dilakukan murid barunya di rumah.[butuh rujukan]