Ia lahir di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.[1] Ia warga asli Kapanewon Ponjong, salah satu wilayah pedesaan di Gunungkidul. Ia sekolah pendidikan dasar di SDN Kenteng 1 Ponjong (1982–1988), kemudian ke SMP Negeri 2 Ponjong (1988–1991) dan SMA/SMEA MuhammadiyahKarangmojo (1991–1994).[4]
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia menempuh pendidikan tinggi di AMP YKPN Yogyakarta untuk jenjang D3 (1999–2002), lalu memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari STIE YKPN Yogyakarta (2002–2004).[5] Pada tahun 2023, ia melanjutkan pendidikan magister di Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, dan dinyatakan lulus pada Februari 2024.[6] Saat ini, Endah sedang melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama dengan konsentrasi Ilmu Peternakan.[7]
Karier
Karier Profesional
Ia memulai karier di CV Dian Kencana sebagai supplier dan teknisi maintenance dari tahun 1994 hingga 1996, kemudian bekerja di CV Cipta Mandiri pada 1996–1997. Setelahnya, ia sempat menjalankan usaha perseorangan sebagai pengelola distribusi minuman ringan pada tahun 1999–2000.[5]
Ia pernah menjabat sebagai konsultan pajak di sektor pemerintahan dan bisnis bersama PT Prima Makarti Manunggal Yogyakarta (2004–2008)[1]
Karier Politik
Karier politiknya dimulai pada 2011 sebagai tenaga ahli Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DIY. Pengalaman itu membawanya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2014–2019. Ia kemudian diangkat menjadi Ketua DPRD Gunungkidul pada periode 2019–2024.[1]
Endah pernah maju sebagai calon Wakil Bupati dalam Pilkada Gunungkidul 2015, berpasangan dengan Djangkung Sujarwadi. Namun mereka kalah dari pasangan Badingah - Immawan Wahyudi.
Dalam Pilbup Gunungkidul 2024, Endah mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul berpasangan dengan Joko Parwoto. Pasangan ini diusung oleh berbagai partai, termasuk PDI Perjuangan, Golkar, PKB, dan Partai Buruh. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 179.460 suara atau 40,76% dari total suara sah.[8] Kemenangan di pilkada, menjadikannya bupati perempuan kedua di Gunungkidul dan keempat di DIY.[9]
Program 100 hari Kepemimpinan
Sejak dilantik sebagai Bupati pada 20 Februari 2025, ia mengusung program prioritas berbasis kerakyatan dan efisiensi birokrasi.[10] Beberapa inisiatifnya dalam 100 hari pertama pemerintahan mencakup:
Bantuan Sosial: Penyaluran BLT, PKH, dan perbaikan rumah tidak layak huni.
Pendidikan: Program Geni Seko Gunung (Gerakan Berani Sekolah) untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah.
Pertanian: Program Ngguyang Sapi Neng Tlogo untuk meningkatkan kesehatan ternak.
Pariwisata dan Tata Kelola:Digitalisasi sistem pembayaran tiket objek wisata dan pemberantasan pungli dengan penandatanganan pakta integritas oleh Dinas Pariwisata.
Evaluasi Bansos: ia mencoret penerima bansos yang ketahuan menggunakan bantuan untuk kebutuhan non-esensial seperti rokok dan skincare.[11]
Pada juli 2025, sempat menjadi sorotan publik nasional setelah sebuah video viral memperlihatkan dirinya memarahi seorang pelaku penipuan yang mencatut namanya untuk menjanjikan jabatan ASN (Aparatur Sipil Negara).[18] Video tersebut diunggah melalui akun Instagram resminya, @endah_subekti_k, dan menyebar luas di berbagai media sosial.[19]
Dalam video tersebut, tampak ia menginterogasi pelaku di ruang tamu dan membanting asbak di atas meja sambil melontarkan pernyataan keras dalam bahasa Jawa dan Indonesia.[20] Ia menegaskan bahwa pelaku telah mencemarkan namanya dan menipu warga dengan modus menjanjikan bisa “memasukkan” orang menjadi ASN dengan imbalan uang.[21]
Tak hanya sekali, pelaku diketahui mengulangi perbuatannya dengan menyewa, menggadaikan, bahkan menjual mobil milik warga Gunungkidul.[22] Dalam koordinasi bersama Wakapolres dan jajaran kepolisian lainnya, Endah mendorong masyarakat yang menjadi korban untuk segera melapor.[23]