Karier
Awal kariernya dimulai sebagai Lawyer di Kantor Hukum Alamsyah Hanafiah, SH. Askolani Jasi kemudian mencoba peruntungan sebagai pengusaha dengan mendirikan PT Nabila Mandiri dan PT Arijaya Kontraktor. Pada tahun 2009, ia ikut mencalonkan diri dan terpilih pada kontestasi Pemilihan umum Legislatif DPRD Kabupaten Banyuasin.
Pada Pilkada Kabupaten Banyuasin tahun 2013, Askolani mencalonkan diri sebagai calon Bupati Banyuasin periode 2013 - 2018 berpasangan dengan Idasril yang diusung oleh PDI Perjuangan. Pilkada Kabupaten Banyuasin dimenangkan oleh pasangan Yan Anton Ferdian - Supriono yang diusung oleh Partai Golkar. Pada Pileg tahun 2014, Askolani Jasi kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin dan menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua 1.
Pada Pemilihan umum Bupati Banyuasin 2018, Askolani Jasi menjadi calon kuat penantang petahana. Dalam Pilkada Kab Banyuasin yang berlangsung tanggal 27 Juni 2018, Askolani Jasi berpasangan dengan H Slamet Semosentono terpilih menjadi Bupati Kabupaten Banyuasin dengan perolehan suara 131.593 unggul 32.112 suara dari urutan kedua Pasangan Arkoni MD - Hazwar Hamid dengan selisih mencapai 9,8%. Askolani Jasi dan Pak De Slamet didukung oleh koalisi 5 partai yakni PDIP, Gerindra, Nasdem, PPP, dan Demokrat.[4]
Hasil Pilkada Kab Banyuasin 2018, sesuai dengan Pleno KPUD Kab Banyuasin 4 Juli 2018:
- Agus Yudiantoro - Hazwar Bidui 34.787
- Arkoni MD - Hazwar Hamid 99.481
- Buya Husni Thamrin - Supartijo 89.321
- Syaiful Bakhri - Agus Salam 39.749
- Askolani - Slamet 131.593
Jumlah Seluruh Suara Sah 385.931
Setelah menuntaskan periode pertama sebagai Bupati Banyuasin hasil Pilkada 2018, ia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Banyuasin berpasangan dengan politikus Partai Golongan Karya, Netta Indian dalam Pilbup Banyuasin 2024. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 241.507 suara atau 61,15% dari total suara sah.[5]