Riyanto lahir di Pringombo (Pringsewu Timur), Kabupaten Pringsewu, sebagai anak bungsu dari sebelas bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai kuli panggul, sementara ibunya, Surastri, meracik kopi rumahan yang kemudian menginspirasi usahanya.
Karier bisnis
Pada usia 21 tahun, Riyanto mulai berjualan kopi sangrai buatan ibunya menggunakan wajan tanah liat. Kopi tersebut dijual dengan harga Rp500 per bungkus dan terjual sekitar tujuh kilogram per hari. Tahun 2010, ia menjual cincin kawin istrinya untuk membeli mesin pengemasan dan mendirikan merek kopi Klangenan. Usaha ini berkembang dengan inovasi teknologi roasting kopi dan memberdayakan ratusan tenaga kerja lokal.
Karier politik
Sebelum terjun ke politik, Riyanto aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Insan Mulia. Pada Pilbup Pringsewu 2024, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Pringsewu masa jabatan 2025–2030 dengan menggandeng politikus Partai Gerakan Indonesia Raya, Umi Laila. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 107.249 suara atau 47,27% dari total suara sah.[2]
Pada 20 Februari 2025, ia resmi dilantik sebagai Bupati Pringsewu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Peran nasional
Selain sebagai bupati, Riyanto juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Lampung di APKASI periode 2025–2030.[3]