Kekayaan
Selanjutnya, ia sebagai bupati terkaya kedua dengan harta kekayaan yang dilaporkan ke LHKPN senilai Rp391 miliar. Kekayaan itu didapatkan buah dari kerja kerasnya sebagai pengusaha di bidang kontruksi.[7]
Melalui PT Bintang Jaya Pratama Indonesia, PT Swastika Tunggal Pratama, dan PT Tri Panca Indonesia, ia kerap mengerjakan proyek-proyek swasta. Selain bidang konstruksi, perusahaannya juga bergerak di bidang rental alat berat, general supplier, ekspedisi, hingga membangun properti.
Berdasarkan data LHKPN, laporan kekayaan Aep Syaepuloh pada 23 Februari 2026 adalah Rp 385.177.637.834. Sebesar Rp 332.905.610.000 merupakan tanah dan bangunan, Rp 3.877.100.000 berbentuk alat transportasi dan mesin, Rp 7.000.000.000 dalam bentuk harta bergerak lainnya, Rp 10.970.000.000 dalam bentuk surat berharga, Rp 22.575.341.244 dalam bentuk kas atau setara kas, dan Rp 7.849.586.590 dalam bentuk harta lainnya. Ia tidak memiliki hutang.[8]