Paramitha Widya Kusuma (lahir 18 Januari 1992) adalah politikus partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan pejabat pemerintahan Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Brebes periode 2025–2030.[1] Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.[2]
Paramitha lahir dan tumbuh di Brebes, Jawa Tengah. Ia merupakan putri sulung dari Indra Kusuma, mantan Bupati Brebes dua periode (2002–2010).[1] Paramitha menempuh pendidikan di SDN 3 Brebes, SMPN 2 Brebes, dan SMAN 1 Brebes (lulus 2010).[6] Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Universitas Islam Sultan Agung, Semarang pada 2016, dan Magister Manajemen (M.M.) dari Universitas Pancasakti, Tegal pada 2021.[7][8]
Anggota DPR-RI
Pada Pemilihan Umum Legislatif 2019, Paramitha terpilih sebagai anggota DPR RI dengan perolehan 129.947 suara, menjadikannya anggota termuda dari Dapil Jawa Tengah IX.[6] Selama di DPR, ia aktif menyoroti isu-isu energi dan infrastruktur di wilayah Pantura, termasuk persoalan pemadaman listrik berulang di Brebes dan Tegal, kuota LPG 3 kg yang kerap mengalami kelangkaan di Jawa Tengah, serta transparansi dalam pengelolaan digitalisasi SPBU dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi.[9]
Bupati Brebes
Pada Pilbup Brebes 2024, Paramitha maju sebagai calon Bupati Brebes berpasangan dengan Wurja sebagai calon Wakil Bupati.[10] Pasangan ini diusung oleh koalisi sebelas partai politik, termasuk sembilan partai yang menguasai seluruh 50 kursi DPRD Kabupaten Brebes, serta dua partai nonparlemen.[1] Sebagai pasangan calon tunggal, Paramitha–Wurja melawan kotak kosong dan memenangkan pemilihan dengan memperoleh 503.719 suara (59,60%), mengungguli kolom kosong yang memperoleh 341.407 suara (40,40%).[1]
Paramitha dan Wurja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.[11] Pada hari yang sama, keduanya mengikuti Sidang Paripurna Serah Terima Jabatan di Gedung DPRD Brebes dan menyampaikan rencana pembangunan bertajuk "Brebes Beres".[11], dengan pendekatan pemerintahan yang menekankan kehadiran langsung di tengah masyarakat.[12]
Pada tahun pertama pemerintahannya, Pemerintah Kabupaten Brebes melaksanakan perbaikan 287 ruas jalan sepanjang 117 kilometer dan rehabilitasi 65 jembatan.[13]
Dalam bidang kesehatan, program Nakes Door to Door diluncurkan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, dengan cakupan layanan lebih dari 204.000 warga.[13] Angka kematian ibu dilaporkan turun dari 54 kasus pada 2024 menjadi 34 kasus pada 2025.[13] Prevalensi stunting turun dari 23,1% menjadi 13,10%, yang membawa Kabupaten Brebes meraih penghargaan kategori tertinggi "Agung" dari SEAMEO RECFON.[13] Sementara itu, program Satu Keluarga Satu Sarjana memberikan beasiswa kepada 480 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.[13] Program Gas Rolas berhasil mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.[13] Selain itu, lebih dari 13.000 warga dewasa diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan, dan sebanyak 239 gedung sekolah menjalani perbaikan.[13]
Pemerintah kabupaten menyalurkan insentif kepada sekitar 21.000 pegiat keagamaan, meliputi guru ngaji, marbot masjid, dan tokoh keagamaan lainnya.[13] Paramitha juga mengangkat suaminya, Ahmad Saeful Ansori, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes periode 2025–2030, sebagai upaya mendorong keterlibatan laki-laki dalam program pemberdayaan keluarga.[14]
Dalam masa kepemimpinannya Kabupaten Brebes juga mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Nindya yang diserahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 8 Agustus 2025. Brebes juga meraih predikat Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan
Paramitha menerima Detik Award sebagai Tokoh Perempuan Akselerator Kesejahteraan Rakyat Bidang Pendidikan pada 23 Juli 2025.[15]
Kehidupan pribadi
Paramitha menikah dengan Ahmad Saeful Ansori dan dikaruniai dua orang anak.[1]