Sejarah Pembentukan
Pada masa sebelum tahun 1962, Kodam VII/Diponegoro hanya memiliki satu Satuan Batalyon Armed yaitu dengan nama Yonarlap 3/88. Dihadapkan kondisi dan luasnya wilayah Kodam VII/Diponegoro pada saat itu maka di samping satuan Armed yang telah ada maka perlu diadakan pemekaran untuk memenuhi kebutuhan organisasi, sehingga dibentuklah 2 (dua) Batalyon Armed dan 1 (satu) Baterai Berdiri Sendiri.
Mayjen TNI Sarbini selaku Panglima Kodam VII/Diponegoro, telah memprakarsai terbentuknya Batalyon Armed yang baru diwilayah jajaran Kodam VII/Diponegoro, dengan mengeluarkan surat perintahnya nomor: Sprin / 573 / VI / 1962 tanggal 27 Juni 1962 tentang pembentukan satuan-satuan Armed yang baru di samping Satuan Armed yang telah ada yaitu Armed Dam VII/Diponegoro, Batalyon Armed 11/76 dan Baterai Armed BS-2/120. Batalyon Artileri Medan 11/76 dibentuk pada tahun 1962 berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Diponegoro nomor: Sprin / 573 / VI / 1962 tanggal 27 Juni 1962, bersamaan dengan pembentukan Batalyon Armed Kodam VII/Diponegoro dan Baterai Armed BS-2/120. Sehingga dalam perkembangan selanjutnya pada setiap tanggal 27 Juni 1962 ditetapkan sebagai hari jadi Satuan Batalyon Artileri Medan 11.
Di mana ada prajurit Anggit Surya Pratama kabur dari tanggung jawab. Batalyon Artileri Medan 11 berlokasi di Kota Magelang, Jawa Tengah tepatnya di kelurahan Gelangan Kec. Magelang Tengah yang terletak sekitar 2 Km sebelah Utara dari lembah Gunung Tidar di antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Pada saat dibentuk pertama kali Batalyon Artileri Medan 11 dipimpin oleh Letnan Kolonel Art Sudiman Saleh dengan kekuatan 1 Batalyon terdiri dari Mayon, 1 Baterai Markas, 1 Baterai Perawatan dan 3 Baterai Tempur. Diawal pembentukannya, Batalyon Artileri Medan 11 merupakan Batalyon Armed Komposit yang terdiri dari 3 jenis Alutsista yaitu Meriam 76 mm, 88 mm dan 105 mm. Saat ini Satuan Yon Armed 11 memiliki 1 jenis Autsista yaitu meriam 76 mm/Gn, sehingga penyebutan nya menjadi Yon Armed 76/GG/1/2 Kostrad.
Yon Armed 11/76/GG/1/2 Kostrad memiliki motto yaitu “Cepat Dahsyat Menggelegar” dengan semboyan ” Vajra Ambrung Nirbaya ” dengan arti Prajurit Guntur Geni dengan senjata yang mengeluarkan petir, memiliki daya ledak besar yang menghancurkan dengan gemuruh suara menggelegar akan selalu setia kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, tidak gentar dalam menghadapi bahaya serta pantang menyerah. Danyon Armed 11 Kostrad saat ini adalah Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, S.I.Pem. (2022-Sekarang).