Pertama kali batalyon ini bermarkas di Mojokerto (1945 – 1948), kemudian pindah ke Kediri hingga tahun 1949. Dalam operasi penumpasan pemberontakan PKI-Muso, batalyon bersifat mobile di daerah Tulungagung, Blitar, Ponorogo dan Madiun. Dan menetap hingga sekarang di Jalan Gajah Mada, Gunungsari, Surabaya.[3]
Pembentukan Raider
Batalyon Infanteri Raider 500/Sikatan Kodam V Brawijaya merupakan perubahan dari Yonif 507/BS Sikatan Kodam V/Brawijaya setelah ditingkatkan kemampuannya kualifikasi Raider melalui pelatihan kemampuan raider dan mobud oleh kopassus di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Asembagus, Situbondo, 16 Juli hingga 26 Oktober 2003. Pelatihan ini diikuti oleh 850 prajurit Yonif 507/BS. 50 prajurit terpilih kembali dilatih anti teror / Gultor di Pusdikpassus Kopassus. Pelantikan /pengukuhan Batalyon Infanteri menjadi Batalyon Raider dilakukan KasadJenderal TNI Ryamizard Ryacudu, bertepatan Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat di lapangan Kemayoran, Jakarta 22 Desember 2003. Pembentukan batalyon raider merupakan keputusan rapat komando TNI AD 26-28 Maret 2003 di Lhoukseumawe, Aceh. Di mana akan dibentuk 10 batalyon Raider yaitu terdiri dari delapan satuan Yonif Kodam dan dua dari yonif Kostrad. Sedangkan batalyon 507/BS Sikatan sendiri adalah Pasukan yonif terbaik /andalan dan sekaligus mewakili Kodam V/Brawijaya berubah nama menjadi Yonif 500/Raider.[4]