Pembentukan Brigif 21/Komodo memiliki nilai strategis dikaitkan dengan tugas dan tanggungjawab Kodam IX/Udayana dalam menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, di mana ancaman dan gangguan tersebut dapat berupa berbagai kemungkinan yang berasal dari dalam negeri seperti gerakkan separatis bersenjata maupun yang berasal dari luar negeri seperti penyusupan atau bahkan invasi di Indonesia bagian timur.
Peresmian
Peresmian tersebut di tindak lanjuti dengan Pelantikan Kolonel Inf Jemmy Evin Zacharias sebagai pejabat Komandan Brigif 21/Komodo Pertama oleh PanglimaKodam IX/UdayanaMayjenTNIHotmangaraja Panjaitan pada hari 19 Februari2010 di Markas Komando Brigif 21/Komodo. Bersamaan dengan pelantikan tersebut, diserahkan Dhuaja Brigif 21/Komodo yakni Mlaok Matanol Dael Tene yang berarti Melangkah Dengan Jiwa Besar.
Satuan
Satuan organik brigade ini terdiri dari 4 batalyon, yakni;