Sejarah
Satuan ini terbentuk sejak terbitnya Surat Perintah Pangdam XV/Pattimura nomor Sprin/00304/C/1961 tentang penunjukan Kapten Inf R.Utoyo sebagai Formatur, dengan tugas membentuk Batalyon baru sebagai Batalyon organik ke-3 di Kodam XV/Pattimura dan Batalyon baru itu diberi nomor kode 15-3. Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XV/Pattimura nomor Sprin/0404/C/1961 tanggal 3 Juli 1961 Mayor Inf Budhi Ismardi ditunjuk sebagai pejabat Komandan Batalyon yang baru menggantikan Kapten Inf R. Utoyo dan pada tanggal 3 Juli 1961 ditetapkan sebagai hari jadi Batalyon Infanteri 15-3.
Markas Komando Batalyon dan Kompi Markas berada di Benteng New Victoria Ambon, Kompi Senapan A di Lengkong Liang, Kompi Senapan B di Kesatrian “Muis Tuarita” Waiheru, Kompi Senapan C di Kesatrian “Paulus Titahena” Wayame, Kompi Senapan Bantuan di Kesatrian “Isak Manis” Waheru. Pada 11 Juni 1984 Kompi Senapan A dipindahkan ke Kesatrian “Panita Umar” Waiheru, menyusul kemudian pada 22 Desember 2002, Markas Komando Batalyon dan Kompi Markas dipindahkan ke Kesatrian “Muis Tuarita", Waiheru.
Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XV/Pattimura nomor Sprin/0069/IV/1965 tanggal 28 April 1965 Batalyon Infanteri 15-3 diubah menjadi Batalyon Infanteri 733, terhitung mulai tanggal 1 Mei 1965. Batlyon ini kemudian menjadi Batalyon Para pada tahun 1977 dan menjadi Batalyon Lintas Udara pada 1986. Pada tahun 2007, Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat nomor PerKasad/169/IX/2007 tanggal 24 September 2007, tentang Likuidasi Batalyon Infanteri Lintas Udara 733/Masariku menjadi Batalyon Infanteri Raider 733/Masariku sampai dengan sekarang.
Pengalaman Tempur
TUGAS OPERASI
1) Setelah dibentuk dan diresmikan berdirinya Batalyon Infanteri 15-3, pada tanggal 3 Juli 1961, tiga bulan kemudian Operasi Masohi di Pulau Seram, untuk menumpas gerombolan RMS dalam hal ini merupakan tugas pertama kali, pada pelaksanaannya Batalyon Infanteri 15-3 bersama-sama dengan Batalyon Infanteri 15-1 di BP kan ke Kodam Udayana.
2) Pada tanggal 3 Mei 1962 s.d. 20 April 1965 Batalyon Infanteri 15-3 melaksanakan tugas operasi tempur menumpas Permesta dan RMS di daerah Seram Barat.
3) Pada tanggal 29 Juli 1962 s.d. 21 Juli 1963 Batalyon Infanteri 15-3 melaksanakan tugas Trikora dengan kekuatan 1 Kompi di BP kan pada Komando Mandala ditempatkan di Bula dan Langgur Maluku Tenggara.
4) Pada tanggal 26 Juli 1965 s.d. 7 September 1966 Batalyon Infanteri 733, melaksanakan tugas operasi penghancuran DI/TII di daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dalam rangka Operasi Tumpas dengan kekuatan 1 Kompi.
5) Pada Tanggal 11 Maret 2025 s.d. 15 Desember 2025 Batalyon Infanteri 733/Masariku melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile TA 2025 di wilayah Distrik Nduga, Papua Pegunungan.
TUGAS OPERASI MILITER SELAIN PERANG
1) Pada tanggal 24 Januari s.d. 29 Oktober 1965 melaksanakan tugas pengamanan tahanan Politik G.30.S/PKI di Maluku Tenggara dengan kekuatan 1 Peleton.
2) Pada tanggal 30 Februari 1967 s.d. 2 Oktober 1970 melaksanakan Operasi Sadar-1 dan Sadar-2 di daerah Irian Jaya dalam rangka pengamanan Papera.
3) Pada tanggal 9 Maret 1985 s.d. 26 April 1986 melaksanakan tugas Operasi Gagak di daerah Irian Jaya, dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Ajum Supandi dengan hasil 2 pucuk senjata
4) Pada tanggal 22 Februari 1988 s.d. 10 April 1989 melaksanakan tugas Operasi Kamdagri di daerah Irian Jaya, di bawah pimpinan Letnan Kolonel Inf I Made Yasa selaku Komandan Operasi Sub Sektor A-1/Berlian dengan hasil:
a) Menembak mati Kolonel TPN PH. Yerisetauw Kepala Staf TPN pada tanggal 27 Nopember 1988.
b) Menangkap hidup Mayor TPN Eliyeser Awom Komandan Sonek pada tanggal 17 Pebruari 1989.
c) Merampas 9 Pucuk senjata.
5) Pada tanggal 21 Nopember 1996 s.d. 10 Oktober 1997 melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Obyek Vital di Tembaga Pura Irian Jaya di bawah pimpinan Kapten Inf Hariyanta dengan kekuatan 1 Kompi.
6) Pada tanggal 7 Januari 1995 s.d. 6 Januari 1996 melaksanakan tugas Operasi Teritorial Rajawali 06 di daerah Irian Jaya, di bawah pimpinan Mayor Inf Arif Rahman digantikan oleh Letnan Kolonel Inf WP. Simanjuntak selaku Dankoops Sektor-A.
7) Pada tanggal 18 April s.d. 5 Agustus 1996 melaksanakan tugas pengamanan Siaga Merah-01 di daerah Irian Jaya, di bawah pimpinan Lettu Inf Idang Ismail.
8) Pada tanggal 1 Agustus 1996 melaksanakan tugas Operasi Rajawali-08 di daerah Irian Jaya di bawah pimpinan Kapten Inf Arie Subekti dengan kekuatan 1 Kompi.
9) Pada tanggal 11 Oktober 1997 melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Obyek Vital di Tembaga Pura Irian Jaya di bawah pimpinan Lettu Inf Sahnun Hasibuan dengan kekuatan 1 Kompi.
10) Pada Januari 1999 s.d. November 2001 melaksanakan tugas Pengamanan Konflik Horizontal di wilayah Maluku.
11) Pada tanggal 14 November 2001 s.d Oktober 2002 melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan di Merauke Irian Jaya di bawah pimpinan Mayor Inf Mulyono dan digantikan oleh Letkol Inf Joko Pujianto dengan hasil :
a) 6 Pucuk senjata ringan
b) 7 Munisi GLM, dan
c) Membina 153 orang anggota GPK OPM untuk kembali kepangkuan NKRI
12) Pada tanggal 18 Februari 2003 s.d April 2007 melaksanakan tugas pengamanan wilayah Konflik Horisontal di Maluku khususnya Kota Ambon, Pulau Buru dan Maluku Tenggara serta pulau-pulau terluar Provinsi Maluku.
13) Melaksanakan tugas pengamanan Pemilu di wilayah Maluku dan pengawalan pajabat - pejabat penting termasuk Obyek Vital di wilayah Kodam XVI/Pattimura.
14) Pada tanggal 11 September 2011 s.d Juni 2012 melaksanakan tugas pengamanan Kerusuhan Masa di Maluku khususnya Kota Ambon di bawah pimpinan Letnan Kolonel Inf Jarot Edy Susanto.
15) Pada bulan April 2017 s.d. Desember 2017 Melaksanakan Pam Ops Tinombala.
16) Pada tanggal 1 Juli 2017 s.d. 3 April 2018 melaksanakan BP Satgas Pam Puter Kodim 1507/Saumlaki di wilayah provinsi Maluku.
17) Pada kurun waktu Tahun 2017 s.d. 2021 melaksanakan BP tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan wilayah Maluku dan Maluku Utara dalam rangka mendukung terciptanya stablitas keamanan di wilayah Kodam XVI/Pattimura.
18) Pada tanggal 1 Maret 2019 s.d. 1 Desember 2020 Melaksanakan BP Satgas Pam Puter Kodim 1507/Saumlaki di wilayah provinsi Maluku.
TUGAS INTERNASIONAL
1) Pada tanggal 10 November 1977 s.d. 13 Nopember 1978 melaksanakan Operasi Tempur di daerah Timor-Timur di pimpin oleh Letkol Inf Muzani Syukur dengan hasil :
- Merampas 27 Pucuk senjata.
- Merebut pertahanan di Puncak Taroman.
- Merebut kedudukan pertahanan di daerah Boro dan Fatimehan.
- Menghancurkan pertahanan musuh di Ketinggian Letboby.
2) Pada tanggal 4 Desember 2017 s.d. 10 Desember 2018 tergabung dilaksanakan misi PBB Satgas Yonmek 23 – L Unifil 2017-2018. Personil dari Yonif Raider 733/Masariku melibatkan 28 personel dalam penugasan tersebut.