*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Seorang dasasīlamātācode: pa is deprecated (Pali) atau dasa sil matacode: si is deprecated (Sinhala: දස සිල් මාතාcode: si is deprecated ) adalah seorang anagārikā (umat awam pertapa) yang menganut Delapan atau Sepuluh Sila dalam Buddhisme di Sri Lanka karena silsilah penahbisan bikuni yang baru didirikan kembali setelah lama punah belum sepenuhnya diakui secara resmi.
Status dari dasa sil matacode: si is deprecated berada di antara seorang upāsikā (awam perempuan) biasa dan seorang bikuni yang telah ditahbiskan penuh. Mereka biasanya diharapkan bekerja di vihara, pada dasarnya mengamalkan pelayanan bagi para biku yang telah ditahbiskan, sambil menerima pelatihan dan kesempatan untuk berlatih. Namun, beberapa dasa sil matacode: si is deprecated telah berjuang dan berhasil mendirikan wihara-wihara mereka sendiri, dengan kesempatan bagi para perempuan untuk mengabdikan diri pada pelatihan dan praktik spiritual.
Di Kamboja, Sri Lanka, dan Myanmar, para dasa sil matacode: si is deprecated juga telah mendirikan wihara-wihara untuk para anagārikā. Ordo serupa lainnya juga terdapat di Thailand, Kamboja, dan Myanmar.
Di Thailand, karena perempuan juga dilarang menerima penahbisan sebagai bikuni, ordo perempuan serupa disebut maechi (yang kemudian tradisi turunannya di Indonesia dikenal sebagai aṭṭhasīlanī). Di Kamboja, ordo perempuan serupa disebut donchee. Di Myanmar, seorang perempuan delapan sila disebut thilashin atau sayalay, sedangkan perempuan yang telah ditahbiskan penuh disebut rahan-ma ("biku perempuan").[1][2]Dasa sil matacode: si is deprecated Sri Lanka dikenali dari kepala mereka yang dicukur, dan jubah kuning yang dikenakan.[3]