*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Dalam Buddhisme, seorang anagārika (kata benda maskulin dalam bahasa Pali; terj. har.'tunawisma') atau anagārikā (feminin) adalah seseorang yang telah melepaskan sebagian besar atau seluruh harta dan tanggung jawab duniawinya untuk mengabdikan diri penuh waktu pada praktik Buddhisme. Status ini merupakan status peralihan antara seorang biku atau bikuni (anggota monastik yang telah ditahbiskan penuh) dan umat awam. Seorang anagārika mengamalkan Delapan Sila atau Sepuluh Sila, dan dapat menjalani status ini seumur hidup.