Prasasti ini sebelumnya ditemukan di kawasan Bukit Gombak, nagari Baringin.
Dalam prasasti ini menyebutkan bahwa Ananggawarman sebagai putra mahkota,[1] kemudian menggantikan posisi Adityawarman dalam suatu upacara hewjra, dan Adityawarman diibaratkan telah menuju kepada tingkat ksetrajna.
Rujukan
↑Reichle, N., (2007). Violence and serenity: late Buddhist sculpture from Indonesia. University of Hawaii Press. ISBN 0-8248-2924-7.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)