Maka karena berhubung kehendak dia Sri Baginda Yang Mulia dan Yang Bijaksana, Sri Susuhunan Pakubuwana Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Yang ke-X, gapura ini dibangun. Kala itu terjadi pada hari Senin Wage, tanggal 1 bulan Saban, tahun Jimawal, 1869 A.J., wukuPrangbakat, di bawah perlindungan Dewi Sri, hari Tulus, Tungle, yang memiliki kuasa atas lautan di Sanggar Beringin pada pukul 12.00 siang. Candra sangkalanya adalah: "Sebuah gapura dihias di tengah kerajaan." Atau pada tanggal 26 September1938 dengan memakai candra sangkala: "Gajah melihat gapura sang raja."
Prasasti ini menarik, karena walaupun ditulis pada era modern, meniru gaya klasik prasasti. Sebagai contoh coba bandingkan dengan Prasasti Singhasari 1351.