Gongsun Yuan (meninggal sekitar September 238),[1]nama kehormatanWenyi adalah seorang jenderal militer, politikus dan raja perang Tiongkok yang hidup di Cao Wei selama Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Ia memberontak melawan Wei pada tahun 237 dengan mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Yan. Pada 238, pasukan Cao Wei pimpinan Sima Yi menyerang Yan dan menaklukkan Liaodong.
Kehidupan
Gongsun Yuan merupakan putra dari Gongsun Kang, panglima perang yang berkuasa di Liaodong beserta Xuantu, Lelang dan Daifang pada masa Akhir Dinasti Han. Ia kemudian menjadi vasal untuk Cao Wei selama Zaman Tiga Negara. Ketika Gongsun Kang meninggal, putranya Gongsun Huang dan Gongsun Yuan masih terlalu muda untuk memerintah. Maka pemerintahan dikendalikan oleh adiknya, Gongsun Gong. Pada 228, Gongsun Yuan yang sudah cukup usia melakukan kudeta melawan pamannya dan Gongsun Gong dipenjara.
Meskipun secara nominal Gongsun Yuan loyal terhadap pemerintahan Cao Wei, ia memikirkan untuk berganti afiliasi ke Dong Wu. Gongsun Yuan menerima delegasi utusan Sun Quan tetapi atas tekanan dari pemerintahan Wei ia membunuh delegasi tersebut. Beberapa anggota delegasi Wu kabur ke Goguryeo. Kaisar Sun Quan kemudian mencoba bersekutu dengan Goguryeo supaya dapat menyerang Gongsun Yuan, namun Goguryeo bersekutu kepada Wei dalam menyerang Gongsun Yuan.
Pada 237, Kaisar Cao Rui tidak nyaman dengan posisi kekuasaan Gongsun Yuan di Liaodong dan pengaruhnya di wilayah timur laut. Sehingga ia memerintahkan Guanqiu Jian untuk memimpin pasukan untuk menyerang Gongsun Yuan dengan pasukan Tionghoa, Wuhuan dan Xianbei. Namun kampanye militer Guanqiu Jian melawan Gongsun Yuan dibatalkan karena banjir. Gongsun Yuan kemudian memerdekakan diri dari Wei dan mendeklarasikan dirinya Raja Yan (燕code: zh is deprecated ) dan bersekongkol dengan Dong Wu. Pada 238, Cao Rui memerintahkan Sima Yi dan Guanqiu Jian untuk memimpin kampanye melawan Gongsun Yuan. Gongsun Yuan dikalahkan dan dibunuh sementara klannya dimusnahkan. Akibatnya, Liaodong dan wilayah Korea barat laut saat ini menjadi wilayah kekuasaan Wei.
↑Cao Rui's biography in Sanguozhi indicated that Sima Yi laid siege to Xiangping on the bingyin day of the 8th month of the 2nd year of the Jing'chu era. However, there is no bingyin day in that month; the next bingyin day is in the 9th month of that year and corresponds to 3 Sep 238 in the Julian calendar. Volume 74 of Zizhi Tongjian placed the fall of Xiangping on the renwu day of the 8th month of that year. However, there is also no renwu day in that month; the next renwu day is also in the 9th month and corresponds to 19 Sep 238 in the Julian calendar.