Kehidupan
Xiahou Mao berasal dari klan Xiahou dari Qiao, salah satu putra dari jenderal Xiahou Dun. Kedekatan antara keluarga Xiahou dan Cao yang mereka dukung di setiap saat[4] membuat Xiahou Mao berhubungan baik dengan Cao Pi, putra kedua Cao Cao saat Cao Pi masih muda.[5] Xiahou Mao ditunjuk oleh Cao Cao sebagai seorang sekretaris dan ia juga diberi gelar bangsawan. Atas saran Cao Pi, Cao Cao menikahkan Xiahou Mao dengan putri sulungnya yang dikenal sebagai Putri Qinghe.[6]
Saat Cao Pi hendak menggulingkan Kaisar Xian dari Han pada 220 dan kemudian menjadi kaisar, Xiahou Mao mensponsori sebuah prasasti, kemungkinan besar mewakili mendiang ayahnya Xiahou Dun.[7] Cao Pi kemudian membuat kakak perempuannya menjadi Putri Qinghe (di Gangling)[6] dan menunjuk Xiahou Mao sebagai Jenderal Pendamai Barat (安西將軍), membuatnya bertanggung jawab atas seluruh urusan militer di wilayah Guanzhong dengan markasnya ditempatkan di Chang'an (Xi'an masa kini) yang ditinggal kosong karena kematian pamannya, Xiahou Yuan. Menurut Weilüe, Xiahou Mao dinilai tidak berbakat dalam menjalankan tugas militer dan lebih banyak menghabiskan waktu mengurus bisnis pribadi.[8] Howard Goodman berteori bahwa Xiahou Mao lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan dibandingkan mengerjakan tugasnya.[7] Saat bertugas diluar ibukota, Xiahou Mao banyak mengumpulkan wanita penghibur dan menikahi banyak selir, membuat istrinya sangat kesal.[9]
Saat kanselir agung Shu Han Zhuge Liang mempersiapkan diri untuk menyerang Cao Wei untuk pertama kalinya, Wei Yan menyarankan agar Zhuge Liang langsung menyerang Chang'an dengan serangan kejutan karena percaya bahwa Xiahou Mao masih muda, pemalu, dan tidak tegas sehingga ketika Wei Yan tiba ia akan panik dan cepat melarikan diri, memudahkan Wei Yan menguasai Chang'an.[10][11] Namun, Zhuge Liang menolak saran tersebut dan pada musim semi 228, melancarkan kampanye Utara pertamanya. Kaisar kedua Wei Cao Rui secara pribadi memimpin pasukan ke Chang'an setelah menerima keluhan tentang perfoma Xiahou Mao. Ia kemudian mencopot kekuasaan militer Xiahou Mao dan memberikannya kepada Cao Zhen yang dinilai lebih mampu. Xiahou Mao kemudian ditugaskan sebagai juru tulis di Luoyang.