Catatan sejarah
Pada 196,[1] Yuan Shu memerintah Ji Ling untuk membawa 30,000 tentara untuk menyerang Liu Bei. Liu Bei kemudian meminta Lü Bu untuk bantuan. Bawahan Lü Bu bertanya kepadanya, "Jenderal. Anda kelihatan niatnya ingin membunuh Liu Bei. Sekarang anda bisa menggunakan Yuan Shu untuk membantumu membunuhnya". Lü Bu menjawab, "Tidak. Jika Yuan Shu menghancurkan Liu Bei, ia akan membangun hubungan dengan raja-raja perang di utara dan kita akan dikelilingi musuh." Ia kemudian mengirimkan 1,000 prajurit dan 200 kavaleri untuk membantu Liu Bei. Ji Ling kemudian mundur setelah mendengar bahwa Lü Bu telah bergerak.[2][3][4]
Lü Bu kemudian mendirikan sebuah benteng di antara Liu Bei dan Ji Ling 1 li di barat daya Xiaopei dan mengundang Ji Ling ke bentengnya. Ia juga mengundang Liu Bei untuk ikut jamuan makan di bentengnya. Ji Ling juga mengadakan jamuan makan dan berniat mengundang Lü Bu. Namun ketika melihat Liu Bei, Lü Bu memberi klarifikasi kepadanya, "Xuande (Liu Bei) adalah adik saya. Saya dengar ia diperangkap oleh kalian tuan-tuan sekalian, jadi saya datang untuk membantunya. Saya tidak begitu suka melibatkan diri di konflik, tapi saya senang bisa menyelesaikan konflik tersebut." Ia kemudian memerintah anak buahnya untuk meletakkan tombak ji di depan gerbang benteng dan berkata, "Tuan-tuan, lihatlah saya menembak anak panah ke bagian bawah mata pedang tombak ji tersebut. Jika saya mengenainya dengan satu tembakan, kalian semua harus tarik pasukan kalian dan pulang. Jika tidak, silakan lanjutkan pertempurannya". Ia kemudian mengangkat busur dan menembak anak panah ke tombak ji tersebut, kena persis di bagian bawah mata pedang. Semua yang melihatnya kaget sambil kagum, memuji Lü Bu, "Jenderal, anda memiliki bakat sehebat dewa!". Pada hari berikutnya, mereka mengadakan jamuan makan dan kemudian memerintah pasukan masing-masing untuk mundur.[5][6][7] Catatan inilah merupakan catatan satu-satunya yang menyebut nama Ji Ling.