Cao Hong memang kaya raya, tetapi juga dikenal pelit dalam mengelola kekayaannya. Ketika Cao Cao masih menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum, ia memberi contoh dengan meminta kantor-kantor daerah untuk menyimpan catatan rekening para pejabat, termasuk rekeningnya. Ketika ia mendengar bahwa kekayaan pribadinya setara dengan kekayaan Cao Hong, ia berkata, "Bagaimana mungkin kekayaan pribadiku bisa sama dengan kekayaan Zilian?"[14]
Kejatuhan
Pada masa lalu, saat Cao Pi masih seorang pemuda, ia pernah meminta Cao Hong untuk meminjam uang. Namun, Cao Hong sangat kikir dan menyayangi uangnya, maka ia menolak permintaan Cao Pi. Kemudian, pada saat Cao Pi sudah menjadi ahli waris Cao Cao, ia sekali lagi meminta Cao Hong untuk mendonasikan 100 gulungan sutra, dan sekali lagi Cao Hong menolak.[15] Ini membuat Cao Pi merasa dengki kepadanya dan saat ia menjadi kaisar, Cao Pi menemukan sebuah kesempatan untuk membalas kekikiran Cao Hong. Dalam sebuah insiden dimana pelayan Cao Hong melakukan tindakan kriminal, Cao Pi langsung menggunakan momen tersebut untuk menyerang Cao Hong atas kelalaiannya dan menjebloskan Cao Hong ke penjara sembari menunggu hukuman mati. Saat menterinya meminta Cao Pi untuk mengampuni Cao Hong, Cao Pi tidak mau mendengarkannya.[16]
Ternyata, bukan hanya Cao Pi saja yang dibuat tersinggung oleh Cao Hong. Cao Hong juga pernah menyinggung Cao Zhen, juga seorang kerabat yang mengabdi sebagai jenderal. Pada 224, saat Cao Zhen kembali dari kampanye militer, Cao Pi meminta Wu Zhi untuk menyelenggarakan perjamuan di kediamannya untuk menghormati Cao Zhen. Selama perjamuan, Wu Zhi memerintahkan para aktor untuk mementaskan sandiwara untuk mengolok-olok Cao Zhen dan Zhu Shuo (朱鑠), yang masing-masing gemuk dan kurus. Cao Zhen marah besar dan berteriak pada Wu Zhi, "Apakah kamu dan anak buahmu mencari pertengkaran denganku dan anak buahku?" Cao Hong dan Wang Zhong menghasut Wu Zhi dengan mengatakan, "Jika kamu ingin membuat Jenderal (Cao Zhen) mengakui bahwa dia gemuk, kamu harus menunjukkan bahwa kamu kurus." Cao Zhen menghunus pedangnya, melotot ke arah mereka dan berkata, "Aku akan membunuh siapa pun yang berani mengejekku".[17] Ketika Cao Hong mendapat masalah kemudian, Cao Zhen berkata pada Cao Pi, "Jika Cao Hong dieksekusi, dia pasti akan mengatakan sesuatu yang buruk tentangku." Cao Pi menjawab, "Aku akan menanganinya sendiri. Mengapa kamu perlu khawatir?"[18]
Ibunda Cao Pi, Janda Permaisuri Bian, intervensi dan memarahi anaknya, "Tanpa jasa Zilian di Liang (梁) dan Pei (沛),[a] kamu tidak akan berdiri di posisi yang kamu terima sekarang!". Dia juga mengancam Guo Nüwang, "Jika Zilian dihukum mati hari ini, maka besok saya akan meminta kaisar untuk menyingkirkanmu dari posisi permaisuri". Permaisuri pun berlinang air mata meminta Cao Pi untuk mengampuni Cao Hong beberapa kali. Cao Pi akhirnya mengampuni Cao Hong, tetapi ia menyita seluruh kekayaan Cao Hong dan mencabut gelarnya. Janda Permaisuri Bian kembali marah dan Cao Pi terpaksa mengembalikan kekayaan Cao Hong, tetapi tidak akan mengembalikan gelarnya. Setelah mendengarkan bahwa Cao Pi mengampuninya, Cao Hong kegirangan sampai menulis sebuah petisi kepada Cao Pi untuk mengutarakan rasa menyesalnya dan menyatakan bahwa ia akan menghabiskan masa hidupnya dibalik dinding rumahnya.[19]