*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Kitab Therīgāthā (Pali untuk "Syair Therī"; disingkat Thig) adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka, yang merupakan bagian dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Kitab ini berisi kumpulan puisi pendek dari para perempuan yang tercerahkan pada masa Buddhisme awal. Mereka merupakan bikuni yang lebih senior, artinya telah menjalani 10 masa vassa atau periode musim hujan sebagai seorang bikuni.
Kanonisitas
Penanggalan
Kitab ini merupakan koleksi literatur para perempuan paling awal yang diketahui dan disusun di India.[1] Menurut Bhikkhu Ṭhānissaro, Therīgāthā adalah "kitab tertua yang masih ada yang menggambarkan pengalaman spiritual kaum perempuan."[2]
Puisi-puisi dalam kitab ini berasal dari kurun waktu tiga ratus tahun, dengan beberapa di antaranya berasal dari akhir abad ke-6 SM.[3] Puisi-puisi tersebut awalnya disusun secara lisan dalam bahasa Magadhi dan diwariskan secara lisan hingga sekitar tahun 80 SM, ketika untuk pertama kalinya ditulis dalam bahasa Pali.[4]
Gaya penulisan
Jika setiap puisi dalam kitab Theragāthā memiliki pembicara yang teridentifikasi, beberapa isi kitab Therīgāthā bersifat anonim, atau berhubungan dengan kisah seorang bikuni, tetapi tidak diucapkan kepadanya atau olehnya—dalam suatu kasus, tidak ada bikuni yang tampaknya hadir, tetapi sebaliknya syair tersebut diucapkan oleh seorang perempuan yang mencoba membujuk suaminya untuk tidak menjadi seorang biku.[1]
Tidak seperti kitab Theragāthā, terdapat perbedaan versi tentang siapa sosok bikuni yang sebenarnya terkait dengan syair-syair yang ada—beberapa syair muncul dalam kitab Apadāna yang dikaitkan dengan pembicara yang berbeda.[5][1] Seiring berjalannya waktu, puisi-puisi yang lebih panjang kemudian muncul dalam gaya Arya meter, yang telah ditinggalkan relatif awal dalam literatur Pali, tetapi mencakup fitur-fitur lain yang menunjukkan gaya komposisi selanjutnya, termasuk penjelasan tentang hubungan karma yang lebih khas dalam kitab-kitab selanjutnya, seperti kitab Petavatthu dan kitab Apadāna.[5]
Kitab ini terdiri dari 494 syair dalam 16 bab; meskipun ikhtisarnya mengaitkan syair-syair ini dengan 101 bikuni yang berbeda, hanya 73 bikuni yang dapat diidentifikasi muncul dalam teks.[1] Seperti kitab Theragāthā, kitab Therīgāthā disusun dalam sistem kategorisasi bab-bab yang secara longgar didasarkan pada jumlah syair dalam setiap puisi.[5]
Berikut adalah rincian susunan ayat dan nama para Therī di dalamnya:
Meskipun ukurannya kecil, kitab Therīgāthā merupakan literatur yang sangat penting dalam studi Buddhisme awal serta koleksi literatur perempuan yang diketahui paling awal. Therīgāthā berisi bagian-bagian yang menegaskan kembali pandangan bahwa perempuan setara dengan laki-laki dalam hal pencapaian spiritual, serta syair-syair yang membahas isu-isu yang menjadi perhatian khusus perempuan dalam masyarakat Asia Selatan kuno. Isu-isu tersebut digambarkan dalam syair-syair dari seorang ibu yang anaknya telah meninggal (Thig 6.1 dan 6.2), seorang mantan pekerja seks yang menjadi bikuni (Thig 5.2), seorang pewaris kaya yang meninggalkan kehidupan yang penuh kenikmatan (Thig 6.5), dan syair-syair dari bibi sekaligus ibu tiri Sang Buddha sendiri, Mahāpajāpatī Gotamī (Thig 6.6).
Terjemahan
Bahasa Inggris
Psalms of the Sisters, tr C. A. F. Rhys Davids, 1909; dicetak ulang di Psalms of the Early Buddhists, Pali Text Society, Bristol; terjemahan syair
Elders' Verses, tr K. R. Norman, volume II, 1971, Pali Text Society, Bristol
Kedua terjemahan tersebut telah dicetak ulang dalam satu volume buku saku dengan judul Poems of Early Buddhist Nuns, tanpa catatan oleh Norman, tetapi menyertakan ekstrak dari kitab komentar yang diterjemahkan oleh Rhys Davids.
Poems of the Elders, An Anthology from the Theragatha and Therigatha, diterjemahkan oleh Ṭhānissaro Bhikkhu (Geoffrey DeGraff) (2015)
Therigatha: Canti spirituali delle monache buddhiste con il commento Paramatthadipani di Dhammapala, traduzione di Antonella Serena Comba, Lulu (2016), 513 halaman, ISBN9781326047399.
Therīgāthā: Book of Verses of Elder Bhikkhunis, Diterjemahkan oleh Bhikkhu Mahinda (Anagarika Mahendra), Bilingual Pali-English Second Edition 2022, Dhamma Publishers, Roslindale MA; ISBN9780999078143.
Psalms of the Early Buddhists: I. Psalms of the Sisters, London: Pali Text Society, 1909. Caroline A. F. Rhys Davids 1909 terjemahan lengkap Therigatha. "Ke-73 syair tersebut disusun berdasarkan panjangnya; masing-masing diawali dengan komentar (tafsiran) oleh Dhammapāla sejak tahun 400-an Masehi. Lampiran menyajikan terjemahan dari 10 syair karya para therī dari sumber lain, Bhikkhuni-saṁyutta, yang tampaknya sezaman dengan Therigatha. Perhatikan khususnya bagian kedua dari pengantar Rhys Davids, ia membahas kehidupan dan kepercayaan therī, dan dari sana Anda dapat menautkan ke syair-syair yang membahas tema-tema tertentu, misalnya, kebebasan, kedamaian."[6]
Bahasa Indonesia
Therīgāthā, Syair-Syair Para Bhikkhunī Senior, diterjemahkan dari Pāli oleh Bhikkhu Bodhi dan Jessica Walton, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Indra Anggara, 2020, DhammaCitta Press; juga dapat diakses melalui situs DhammaCitta dan SuttaCentral.
Bahasa Spanyol
Therigatha: Poemas budistas de mujeres sabias diterjemahkan ke bahasa Spanyol oleh Jesús Aguado (2018).
12345von Hinüber, Oskar (1997). A Handbook of Pali Literature (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Munishiram Manoharlal Publishers Pvt. Ltd. hlm.51–54. ISBN81-215-0778-2.