Selama referendum kemerdekaan Timor Leste tahun 1999, kekerasan di Timor Leste meningkat. Tekanan internal mendorong Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur (UNAMET) untuk melakukan aksi mogok paksa hingga 30 Agustus 1999, hari pelaksanaan referendum. Untuk melaksanakan referendum, Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Lembaga Pemilihan Umum Federal Meksiko untuk memberikan bantuan teknis kepada Timor Leste dalam dua bidang khusus, yaitu pembentukan daftar pemilih dan logistik pemilu. Dukungan Meksiko dimulai pada bulan Juni dan berakhir pada bulan Agustus di tahun yang sama.[2]
Pada tanggal 20 Mei 2002, Timor Leste memperoleh kemerdekaannya dari Indonesia. Upacara kemerdekaan dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko, Miguel MarÃn Bosch. Meksiko segera mengakui kemerdekaan Timor Leste, menjadikannya negara Amerika Latin kedua yang melakukannya.[1] Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Meksiko menyetujui Resolusi 1414 untuk menerima Timor Leste ke dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 26 September 2003, kedua negara menjalin hubungan diplomatik.[1]
Pada bulan Mei 2008, Menteri Luar Negeri Timor Leste Zacarias da Costa melakukan kunjungan resmi ke Meksiko, menjadikannya pejabat pemerintah tingkat tertinggi dari Timor Leste yang mengunjungi Meksiko.[3] Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Meksiko Patricia Espinosa Cantellano, kedua negara membahas minat untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kedua menteri sepakat untuk bekerja sama dalam kerangka PBB, di mana isu-isu yang menjadi kepentingan bersama dapat ditemukan.[3] Pada tahun 2010, Menteri Ekonomi Timor Leste, João Mendes Goncalves, menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Cancún.[4]
Pada tahun 2023, kedua negara merayakan 20 tahun hubungan diplomatik.[5]
Kunjungan tingkat tinggi
Kunjungan tingkat tinggi dari Timor Leste ke Meksiko[3][4]
Menteri Perekonomian João Mendes Goncalves (2010)
Kunjungan tingkat tinggi dari Meksiko ke Timor Timur[1]
Wakil Menteri Luar Negeri Miguel MarÃn Bosch (2002)
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2021, perdagangan antara Timor Leste dan Meksiko mencapai US$164 ribu.[6] Ekspor utama Timor Leste ke Meksiko meliputi: transformator daya, pompa udara, dan barang-barang plastik. Meksiko tidak memiliki ekspor terdaftar ke Timor Leste.[6]
Konsulat Kehormatan Meksiko di Dili
Kediaman perwakilan diplomatik
Meksiko merangkap sekaligus untuk Timor Leste melalui kedutaan besarnya di Jakarta, Indonesia dan memiliki konsulat kehormatan di Dili.[7]