Sejarah
Pada tahun 1947, Libya memperoleh kemerdekaannya dari Italia. Pada tahun 1961, Presiden Meksiko Adolfo López Mateos mengirim delegasi presidensial muhibah, yang dipimpin oleh Utusan Khusus Alejandro Carrillo Marcor dan Delegasi José Ezequiel Iturriaga, untuk mengunjungi Libya guna membuka jalan bagi terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara.[2] Pada tanggal 6 Agustus 1975, Libya dan Meksiko menjalin hubungan diplomatik.[1] Hubungan awal antara kedua negara terbatas dan terutama terjadi di organisasi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada bulan Januari 2008, Libya membuka kedutaan besar tetap di Kota Meksiko.[1]
Pada bulan April 2008, Menteri Luar Negeri Libya Abdel Rahman Shalgham melakukan kunjungan resmi ke Meksiko dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Meksiko Patricia Espinosa. Kunjungan Menteri Luar Negeri Shalgham adalah kunjungan tingkat tinggi pertama ke Meksiko oleh seorang perwakilan Libya.[1] Selama kunjungan tersebut, kedua Menteri Luar Negeri membahas evaluasi keadaan hubungan bilateral antara kedua negara dan menyoroti prospek untuk penguatannya melalui dialog politik dan kerja sama ekonomi, komersial, budaya, dan pendidikan. Lebih jauh, mereka bersama-sama menekankan pentingnya mempromosikan kerja sama bilateral di bidang-bidang tertentu seperti sumber daya air, pelestarian situs arkeologi dan penggurunan, serta dalam pertukaran pengalaman dalam hal migrasi dan konsuler.[3]
Pada bulan Juni 2009, duta besar Meksiko yang berkedudukan di Addis Ababa, Etiopia berpartisipasi dalam pertemuan puncak Uni Afrika ke-13 yang diadakan di Sirte, Libya.[3] Pada bulan Agustus 2009, Direktur Jenderal Meksiko untuk Afrika dan Timur Tengah, Sara Valdés, melakukan kunjungan ke Tripoli untuk merayakan konsultasi pertama mengenai isu-isu bersama antara kedua negara.[1]
Pada bulan Februari 2011, Libya mengalami perang saudara pertamanya. Selama perang tersebut, Meksiko mengevakuasi warga negaranya dari negara tersebut.[4] Pada bulan Juli 2011, otoritas Meksiko menggagalkan rencana penyelundupan putra mantan Kolonel Gaddafi, Al-Saadi Gaddafi, dan anggota keluarga Gaddafi lainnya ke Meksiko.[5]
Pada tahun 2013, Dewan Perwakilan Rakyat Meksiko membentuk Kelompok Persahabatan Meksiko-Libya.[1] Kelompok ini bertemu beberapa kali selama bertahun-tahun, dan sekali lagi pada bulan November 2023 untuk memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.[6]