Hubungan Brunei dengan Timor Leste mengacu pada hubungan luar negeri antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Hubungan diplomatik terjalin pada tahun 2002 setelah Timor Leste memperoleh kemerdekaan.[1]
Perwakilan diplomatik
Menteri Luar Negeri Timor Leste Dionísio Babo mengunjungi Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei (2019)
Duta Besar pertama Timor Leste untuk Brunei, Roberto Soares, masih bermarkas di Singapura sejak tahun 2009. Marçal Avelino Ximenes diangkat sebagai duta besar Timor-Leste pertama yang bermarkas di Brunei pada tahun 2016.[2]
Brunei telah memiliki kedutaan besar di Dili sejak tahun 2015. Duta besar pertama Brunei untuk Timor Leste adalah Paduka Hj Abdul Salam Momin hingga tahun 2016.[3][4]
Kerja sama ekonomi
Hadiah dari Menteri Perdagangan Timor Leste saat kunjungannya ke Sultan Brunei (dipajang di Museum Royal Regalia)
Brunei adalah anggota ASEAN, dan Timor Leste ingin bergabung. Kedua negara menghasilkan sebagian besar produk domestik bruto mereka dari pendapatan minyak bumi. Brunei mengandalkan peluang impor bahan pangan halal di Timor Leste. Kesultanan ini ingin menjual unggas dari peternakan di Darwin, Australia, ke Timor Leste. Makanan ini, misalnya, akan menarik minat wisatawan Muslim. Brunei juga dapat membantu Timor Leste dalam pelatihan kejuruan penduduknya, misalnya dengan memberikan beasiswa bagi siswa di sekolah-sekolah di Brunei. Industri ikan kaleng Brunei dapat berekspansi ke Timor Leste.[5]
Pada Juni 2017, hanya ada satu pengusaha asal Brunei yang beroperasi di Timor Leste. Ia merupakan salah satu pemasok utama oksigen untuk keperluan medis dan industri.[1]
Pada tahun 2018, Kantor Statistik Timor-Leste mencatat impor komponen rumah prefabrikasi dari Brunei senilai US$5.436.[6]