Pada tahun 1941, Presiden Ekuador Carlos Alberto Arroyo del Río berkunjung ke Meksiko dan bertemu dengan Presiden Manuel Ávila Camacho.[4] Pada tahun 1970-an, hubungan antara kedua negara mulai berkembang secara signifikan. Pada tahun 1974, Presiden Meksiko Luis Echeverría melakukan kunjungan kenegaraan ke Ekuador dan bertemu dengan Presiden Guillermo Rodríguez. Kedua pemimpin menandatangani beberapa perjanjian kerja sama ekonomi, ilmiah dan budaya. Sejak itu, telah ada banyak kunjungan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara ke negara masing-masing.[1]
Pada bulan Desember 2018, Presiden Ekuador Lenín Moreno tiba ke Meksiko untuk menghadiri pelantikan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador.[5] Pada bulan Agustus 2021, Presiden Ekuador Guillermo Lasso berkunjung ke Meksiko dan bertemu dengan Presiden López Obrador dan Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard.[6]
Pada bulan Desember 2023, mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas memasuki kedutaan besar Meksiko di Quito dan meminta suaka. Glas pernah menjabat sebagai wakil presiden untuk presiden Rafael Correa dan Lenín Moreno dan dituduh melakukan korupsi. Pemerintah Meksiko tidak memberikan suaka kepada Glas dan pemerintah Ekuador menyatakan tidak akan memberinya jaminan keamanan di luar negeri.[7]
Pada 3 April 2024, Presiden Meksiko López Obrador menyiratkan adanya kecurangan dalam pemilihan presiden Ekuador tahun 2023. Pemerintah Ekuador menanggapi dengan mengusir duta besar Meksiko dari Ekuador. Pada 5 April 2024, petugas polisi Ekuador secara paksa memasuki kedutaan besar Meksiko di Quito, mendorong kuasa usaha Meksiko, Roberto Canseco, dan menangkap Jorge Glas di dalam kedutaan.[8][9]
Sebagai tanggapan, Presiden López Obrador menginstruksikan Sekretariat Luar Negeri untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador.[10][11]
Kunjungan tingkat tinggi
Presiden Ekuador Guillermo Lasso bersama Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador di Kota Meksiko; November 2022.
Bekas Kedutaan Besar Ekuador di Kota MeksikoBekas Kedutaan Besar Meksiko di Quito
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Persahabatan, Perdagangan, dan Navigasi (1888); Perjanjian Pertukaran Budaya (1974); Perjanjian Kerja Sama untuk Memerangi Perdagangan Narkoba dan Ketergantungan Narkoba (1990); Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis (1992); Perjanjian Kerja Sama Pariwisata (1992); Perjanjian untuk Menghindari Pajak Berganda dan Mencegah Penggelapan Pajak atas Penghasilan yang Dikenakan Pajak (1992); Perjanjian tentang Transportasi Udara (1995); Perjanjian tentang Bantuan Hukum dalam Masalah Pidana (2004); Perjanjian Ekstradisi (2006) dan Perjanjian tentang Pengakuan Bersama atas Studi Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh kedua negara (2008).[13]
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2023, perdagangan dua arah antara kedua negara berjumlah US$878 juta.[14] Ekspor utama Ekuador ke Meksiko meliputi: biji kakao, minyak sawit, bijih tembaga dan konsentratnya, suku cadang motor listrik, dan obat-obatan. Ekspor utama Meksiko ke Ekuador meliputi: obat-obatan, monitor dan proyektor, mobil dan kendaraan bermotor, tabung dan pipa, dan produk berbasis makanan.[14] Perusahaan multinasional Meksiko seperti América Móvil, Cemex, FEMSA, Grupo Bimbo, Mabe, Orbia, dan OXXO beroperasi di Ekuador.[14]