Hubungan Bosnia dan Herzegovina dengan Denmark mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Bosnia dan Herzegovina dan Denmark. Bosnia dan Herzegovina memiliki kedutaan besar di Kopenhagen, dan Denmark memiliki kedutaan besar di Sarajevo.[1][2] Hubungan diplomatik didirikan pada 2 Juni 1992.[3] Pada tahun 2010, Menteri Luar Negeri Denmark Lene Espersen mengumumkan bahwa Denmark akan menutup kedutaan besarnya di Sarajevo pada tahun 2012.[4] Denmark membuka kembali kedutaan besar penuh pada tahun 2024.
Selama Perang Bosnia dan Herzegovina, Operasi Bøllebank adalah operasi tempur terbesar yang dilakukan oleh pasukan Denmark sejak tahun 1864. Pada akhir April 1994, kontingen Denmark yang bertugas menjaga perdamaian di Bosnia dan Herzegovina, sebagai bagian dari batalion Nordik UNPROFOR yang berlokasi di Tuzla, disergap ketika mencoba menyelamatkan pos pengamatan Swedia, Tango 2, yang berada di bawah tembakan artileri berat oleh brigade Šekovići Serbia Bosnia di desa Kalesija, tetapi penyergapan tersebut berhasil dibubarkan ketika pasukan PBB membalas dengan tembakan berat.[5] Setelah perang, lebih dari 20.000 pengungsi Bosnia melarikan diri ke Denmark.[6]
Pada tahun 2007, ekspor Denmark ke Bosnia berjumlah 14,2 juta euro dan ekspor Bosnia berjumlah 4,1 juta euro.[7]
Denmark telah mendukung Bosnia dan Herzegovina melalui banyak proyek sejak tahun 1995. Pada periode pascaperang, bantuan Denmark diberikan untuk rekonstruksi ekonomi, infrastruktur, dan restrukturisasi lingkungan. Denmark juga mendukung Bosnia dan Herzegovina dalam pembiayaan mikro.[8]
Pada tanggal 8 Februari 2006, umat Muslim di Sarajevo mengorganisir protes terhadap kartun Nabi Muhammad. Mereka menyampaikan surat yang menuntut permintaan maaf atas penerbitan kartun tersebut kepada staf di kedutaan Denmark, Norwegia, dan Prancis.[9] Bosnia dan Herzegovina adalah kandidat Uni Eropa dan Denmark juga merupakan negara anggota Uni Eropa.