Hubungan Denmark dengan Uni Emirat Arab mengacu pada hubungan bilateral yang terjalin antara Denmark dan Uni Emirat Arab. UEA memiliki kedutaan besar untuk Denmark di Kopenhagen, Denmark memiliki konsulat di Dubai dan juga mengumumkan pembukaan kembali kedutaan di Abu Dhabi pada tahun 2010, lebih dari satu dekade setelah ditutup karena pemotongan anggaran.[1]
Komunitas ekspatriat
Terdapat juga komunitas ekspatriat kecil warga Denmark di Uni Emirat Arab. Pada tahun 2010, jumlah mereka sekitar 2.000 orang, meningkat dari hanya 400 orang sejak tahun 2005.[1]
Hubungan diplomatik
Reaksi terhadap kontroversi kartun Nabi Muhammad di Jyllands-Posten
Hubungan antara kedua negara tersebut menjadi tegang setelah kontroversi kartun Muhammad Jyllands-Posten. Pada tahun 2008, Menteri Luar Negeri UEA Anwar Mohammed Qarqash memanggil duta besar Denmark non-residen untuk UEA, Hans Klingenberg, ke kantornya. Ia menyatakan bahwa UEA "berkeinginan untuk memperkuat dan mempertahankan hubungan dengan banyak negara di seluruh dunia, termasuk Kerajaan Denmark," tetapi menegaskan kembali sikap UEA "untuk tidak mencampuradukkan kebebasan pers dan mengejek Islam." Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut telah menodai hubungan bilateral, dan mencatat bahwa pemerintah Denmark dapat berbuat lebih banyak untuk menghentikan pencemaran nama baik Islam dan bahwa UEA akan tetap "vokal dan toleran, serta membangun hubungan luar negeri," tetapi "tidak akan mentolerir serangan terhadap warisan Islamnya."[2]
Kediaman perwakilan diplomatik
Denmark memiliki kedutaan besar di Abu Dhabi dan konsulat jenderal di Dubai.
Uni Emirat Arab memiliki kedutaan besar di Kopenhagen.