Hubungan diplomatik terjalin pada tahun 1993 dan mengalami kemunduran setelah Denmark memutuskan untuk menangguhkan kerja sama pembangunan dengan Eritrea pada Januari 2002 dan menutup kedutaannya pada Juni 2002.[3][4] Setelah Perang Eritrea–Etiopia dari tahun 1998 hingga 2000, Denmark mengirim 320 tentara ke Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Etiopia dan Eritrea untuk memantau gencatan senjata dalam perang perbatasan.[5]
Sejarah
Pada tahun 1950, Denmark dan 15 negara lainnya memberikan suara untuk persatuan Eritrea dan Etiopia di bawah Haile Selassie di Perserikatan Bangsa-Bangsa.[6] Selama Perang Kemerdekaan Eritrea, Denmark mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada Front Pembebasan Rakyat Eritrea.[7] Pada tahun 1980-an, parlemen Denmark mengesahkan resolusi yang mendukung kemerdekaan di Eritrea.[8] Denmark membuka kedutaan besar di Asmara pada Juli 1997,[9] tetapi menutupnya pada Juni 2002,[4] karena kurangnya demokrasi di negara tersebut.[10] Pada Oktober 2001, Eritrea mengusir duta besar Italia, dan kemudian Denmark menarik duta besarnya ke Eritrea untuk konsultasi.[11] Pada tahun 2001, Denmark mengakhiri bantuan ke Eritrea karena penangkapan mahasiswa dan politisi oposisi Eritrea oleh Presiden Isaias Afewerki, dan kurangnya kebebasan pers di Eritrea.[12] Alasan lainnya adalah pemerintahan liberal baru Denmark yang memutuskan untuk mengurangi anggaran bantuan.[13]
Bantuan pembangunan
Eritrea dipilih sebagai negara program Denmark dari tahun 1993 hingga 1996, dan lagi dari tahun 1999 hingga 2001. Denmark telah mendukung Eritrea dalam mengatasi degradasi lahan. Pada tahun 1996, Denmark memberikan kontribusi sebesar $35.000 melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Memerangi Penggurunan dan pada tahun 1997, $111.000 melalui Organisasi Pengawas Gencatan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Eritrea.[14] Pada tahun 1996, Denmark membantu 112 juta DKK untuk sektor pertanian,[15] dan 80 juta DKK untuk sektor pendidikan.[16] Total bantuan untuk program pertanian Eritrea berjumlah 112 juta DKK. (US$15 juta)[14] Dari tahun 2001 hingga 2004, Denmark membantu Eritrea 36,60 juta DKK untuk sektor peradilan.[17] Pada tahun 2001, kedua negara sepakat untuk mengembangkan sektor hukum.[13] Pada tahun 2001, Denmark menyumbangkan $2,199 juta untuk mendukung pembersihan ranjau darat di Eritrea.[18]
Kunjungan tingkat tinggi
Pada KTT Liga Arab tahun 2000 di Kairo, Presiden Afewerki bertemu dengan Pangeran Frederik dan menyebut hubungan antara Denmark dan Eritrea sebagai "teladan".[19][20] Pada bulan Februari 2001, Menteri Luar Negeri Denmark Mogens Lykketoft mengunjungi Eritrea, untuk membahas program pembangunan antara Denmark dan Eritrea.[21]
↑"Ethiopia, Eritrea to merge". Telegraph Herald. Vol.14. Iowa. 3 December 1950. hlm.4. Diakses tanggal 25 June 2011. Besides the United States, the sponsoring powers were Bolivia, Brazil, Burma, Canada, Denmark, Ecuador, Greece, Liberia, Mexico, Panama, Paraguay, Peru