Hubungan Denmark dengan Maroko mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Maroko. Denmark memiliki kedutaan besar di Rabat[1] dan Maroko memiliki kedutaan besar di Kopenhagen.[2] Denmark juga mengirimkan bantuan ke Maroko sebagai bagian dari Program Kemitraan Denmark-Arab.[3][4] Pada Januari 2008, Menteri Luar Negeri Denmark Per Stig Møller mengunjungi Maroko untuk pembukaan kedutaan Denmark di Rabat.[5] Pada Maret 1980, Muhammad VI dari Maroko mengunjungi Denmark sebagai Putra Mahkota Maroko dan Menteri Luar Negeri Maroko Mohamed Benaissa mengunjungi Denmark pada tahun 2005 dan 2006.[6]
Pada tahun 2006, ekspor Denmark ke Maroko berjumlah 203 juta dolar AS dan ekspor Maroko berjumlah 18 juta dolar AS.[7]
Pada bulan Juni 2004, Menteri Luar Negeri Denmark Per Stig Møller mengatakan bahwa Denmark tidak "mengakui kedaulatan Maroko di Sahara Barat" dan menganggap kehadiran Maroko di Sahara Barat “ilegal” dan “tidak dapat diterima”.[8]
Pada Januari 2011, Menteri Luar Negeri Denmark Lene Espersen mengatakan bahwa "hak asasi manusia, dan khususnya kebebasan berkumpul dan kebebasan pers, merupakan bagian penting dari dialog bilateral yang sedang berlangsung antara Denmark dan Maroko", dan juga mengkritik Maroko atas catatan hak asasi manusia mereka di Sahara Barat.[9]
Sejarah
Hubungan diplomatik antara Denmark dan Maroko terjalin pada tahun 1957. Dua tahun kemudian, Maroko membuka kedutaan besar di Oslo, Norwegia yang juga diakreditasi untuk Denmark. Pada tahun 1999, Denmark menutup kedutaan besarnya di Maroko karena alasan anggaran.[10] Pada tahun 2006, Denmark membuka kembali kedutaan besarnya di Rabat dan kedua negara berkeinginan untuk memperkuat hubungan bilateral dan perdagangan mereka.[6] Pada bulan November 2008, Putri Marie dari Denmark mengunjungi Maroko untuk menyerahkan 3500 kotak Lego untuk amal.[11]
Pada tanggal 2 Februari 2006, para pengunjuk rasa di Rabat, Maroko melakukan aksi duduk di depan Parlemen sebagai tanggapan terhadap kartun Nabi Muhammad yang dimuat di Jyllands-Posten. Surat kabar yang memuat kartun tersebut juga dilarang oleh pemerintah Maroko.[12]
Perjanjian
Pada tanggal 25 Juli 1767, sebuah perjanjian ditandatangani antara Denmark dan Maroko.[13][14] Pada bulan Desember 1976, Denmark dan Maroko menandatangani perjanjian ekonomi dan teknis.[15] Perjanjian perlindungan investasi bersama ditandatangani antara kedua negara pada bulan Mei 2003.[16] Pada tahun 2004, Denmark dan Maroko menandatangani perjanjian eksplorasi minyak untuk eksplorasi minyak di pantai Tarfaya.[17]
↑Ministry of Foreign Affairs of Denmark. "Diplomatic missions in Denmark". Diarsipkan dari asli tanggal 9 January 2012. Diakses tanggal 29 December 2011.
↑Ministry of Foreign Affairs of Denmark. "The Middle East". Diarsipkan dari asli tanggal 6 August 2017. Diakses tanggal 29 December 2011.
12Ministry of Foreign Affairs of Morocco. "Politique Etrangére: Danemark" (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal 13 April 2014. Diakses tanggal 29 December 2011.
↑"Trademap" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 August 2015.
↑"Denmark closes embassy in Morocco". Morocco-Denmark (via ArabicNews). 29 December 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2005. Diakses tanggal 29 December 2011.