Halte Plumpang, yang dahulu bernama Plumpang Pertamina, merupakan halte yang dibuka bersamaan dengan peluncuran Koridor 10 Transjakarta yakni pada 31 Desember 2010. Sebelum seperti sekarang, di tiap sisi peron terdapat 3 pintu dermaga di tiap sisi peron.
Dahulu selama pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Halte Koja, bersama dengan HalteKoja dibuatkan halte temporer berukuran kecil di kedua sisi Jalan Yos Sudarso agar dapat tetap mengakomodasi layanan Transjakarta.[1] Halte Plumpang kemudian dibangun kembali dengan ukuran yang lebih luas. Halte ini juga merupakan satu-satunya halte Koridor 10 yang memiliki kelainan tersendiri pada bentuknya, manakala halte-halte lain masih berlantai baja, halte ini merupakan satu-satunya halte koridor 10 yang berlantai semen.
Sampai hari ini, seluruh layanan malam (dahulu AMARI) di Koridor 12 memulai dan mengakhiri perjalanannya di Halte Sunter Kelapa Gading, sehingga halte ini hanya dilayani Koridor 10 pada malam hari.
Bangunan dan tata letak
Halte Plumpang memiliki 2 sisi peron yang mengarah ke arah lajur berbeda. Tiap peron terdiri atas 5 pintu dermaga, dengan 3 diantaranya yang aktif melayani penumpang di sisi arah Tanjung Priok dan 2 di sisi arah PGC. Kedua peron terpisah melalui bangunan penghubung yang ada di sisi tengah halte dalam satu area berbayar yang sama, menciptakan ruang taman lapang di sisi belakang bangunan halte.
Pada 21 Mei 2023, sebuah truk menabrak separator bus Transjakarta dekat Halte Walikota Jakarta Utara, menyebabkan Halte Plumpang Pertamina pada sisi arah PGC beserta Halte Walikota Jakarta Utara tidak melayani pelanggan untuk sementara waktu.
Galeri
Halte Plumpang saat masih bernama Plumpang Pertamina pada malam hari, 2022.