Kota adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Kota, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Halte yang dahulunya merupakan titik akhir Koridor 1 ini, merupakan titik transit menuju Koridor 12 ke arah Tanjung Priok atau Sunter Kelapa Gading. Nama halte ini berasal dari nama Kota Tua Jakarta dan Stasiun Jakarta Kota yang terletak berdekatan dengan halte. Meskipun tidak banyak fasilitas yang tersedia di halte yang baru ini, terdapat mesin tiket Kartu Uang Elektronik (KUE) serta fasilitas pusat informasi (information center) yang menyediakan layanan informasi terkait rute, layanan disabilitas, laporan kehilangan barang, hingga pengajuan permohonan Kartu Layanan Gratis (KLG) dan Pin Perista (Pelanggan Prioritas Transjakarta).
Sejarah
Halte yang sebelumnya menyandang nama Stasiun Kota ini merupakan salah satu halte yang mengawali berdirinya tonggak layanan Transjakarta yang mulai diuji coba pada 15 Januari 2004. Sebelum di lokasi yang sekarang, Halte ini dibangun di lokasi taman air mancur sisi barat Stasiun Jakarta Kota. Pada awalnya, bangunan halte ini hanya berukuran kecil dan berlokasi di sisi barat taman, tepatnya di seberang Museum Mandiri saat ini. Keberadaannya sebagai halte terminus membuat bangunan Stasiun Jakarta Kota kemudian diekstensifikasi hingga menjadi terdiri atas dua bangunan terpisah yakni untuk penaikan di sisi timur dan untuk penurunan di sisi barat. Kedua bangunan halte sebelumnya terhubung melalui kanopi yang dibangun di tengah-tengah taman, sebelum kemudian dialihkan ke kanopi bundar yang mengelilingi air mancur sisi utara. Seiring dengan mulai dioperasikannya Koridor 12 serta dibukanya rute-rute BRT dan non-BRT Transjakarta, peron sisi barat juga digunakan untuk penaikan rute-rute lainnya terutama Koridor 12 arah Halte Penjaringan hingga Halte Pluit. Karena padatnya lalu lintas pada persimpangan di sekitar Stasiun Kota, pemerintah pun membangun lintas bawah (underpass) yang melintasi Jalan Lada dan Jalan Pintu Besar Utara. Lintas bawah ini memiliki keunikan dimana jalan dari bawah lintas menuju ke atas halte dibuat rampa melingkar mengelilingi air mancur di sisi selatan halte. Lintas bawah ini juga dikembangkan menjadi pusat perbelanjaaan, pujasera, serta fasilitas toilet umum.
Untuk meningkatkan kecepatan transaksi serta mengurangi penumpukan antrean di loket, diberlakukanlah kebijakan e-ticket pada layanan Transjakarta. Halte Kota menjadi halte pelopor diberlakukannya kewajiban penggunaan kartu prabayar (Kartu Uang Elektronik/KUE) sebagai e-ticket untuk mengakses layanan di dalam halte serupa dengan yang telah dijalankan di KRL Commuterline. Sistem ini efektif dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei 2014 hingga kemudian diberlakukan untuk Koridor 1 pada 11 Agustus 2014. Meskipun mengundang kritik dan penolakan diberbagai kalangan pengguna Transjakarta, sistem ini sukses diberlakukan sekaligus mengubah gaya hidup masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.[1][2]
Sehubungan dengan penataan kembali pelataran stasiun Kota, halte ini dibangun kembali di lokasi baru yang berada di sebelah utara Stasiun Jakarta Kota.[3] Perpindahan ke lokasi baru dilakukan pada 22 Juli 2022, sehingga lokasi lama yang berada di barat Stasiun Jakarta Kota tidak melayani penumpang.[4] Penataan tersebut dilakukan dalam rangka integrasi halte ini dengan stasiun MRT Kota yang sedang dibangun.[5]
Bangunan dan tata letak
Halte Kota yang baru berada tepat di median Jalan Lada dan dibangun dengan fasad terbuka dan tinggi serta memiliki atap kaca bulat di bagian tengahnya. Bangunan halte hanya ditumpu dengan tiang-tiang pancang tepat di tengah-tengah halte tanpa penyangga apapun di sisi-sisi peron halte. Halte ini memiliki 6 pintu dermaga di tiap-tiap sisi peronnya, dengan hanya dermaga di sisi barat yang aktif digunakan.