Halte Museum Sejarah Jakarta dipilih sebagai lokasi peresmian Koridor 12 pada tanggal 14 Februari 2013 (dimana saat itu masih bernama Museum Fatahillah).[1][2]
Bangunan dan tata letak
Bangunan Halte Museum Sejarah Jakarta berbentuk kecil dan dapat melayani bus hingga 2 dermaga untuk naik turun penumpang di sisi selatan serta 1 dermaga di sisi utara. Hal yang menjadikan halte ini unik yaitu halte ini juga merupakan salah satu dari dua halte Transjakarta yang bergaya art deco selain Halte Kali Besar yang juga terletak pada Koridor 1 dan Koridor 12 Transjakarta, di mana bentuknya sendiri terinspirasi dari arsitektur Stasiun Jakarta Kota.[3]
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute koridor/BRT di Halte Museum Sejarah Jakarta 23 September 2024:
Jl. Kunir →
Utara
← Jl. Kunir
Peron pulau, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan
Pada 15 Januari 2026, dua orang pria kedapatan berbuat tindakan asusila di dalam bus rute 1A arah Kota yang tengah melaju di Jalan Tol Pelabuhan Gedong Panjang, Jakarta Utara. Di dalam kondisi bus yang ramai, seorang wanita yang turut menjadi korban atas insiden tersebut sebelumnya tidak menyadari perbuatan yang dilakukan oleh salah satu pelaku hingga penumpang lain berteriak memperingatkan adanya cairan tubuh yang menempel pada pakaian korban, bahkan jatuh ke lantai bus. Sontak pelaku yang sempat mencoba bersembunyi di pojok bus ditahan dan diborgol oleh Pramusapa untuk dilaporkan. Pelaku sempat menangis lantaran dirundung para penumpang bus yang geram atas kejahatan seksual yang sudah diperbuat bahkan dihantam gocoh oleh teman/kekasih korban hingga sempat terjadi perkelahian. Kedua pelaku akhirnya diamankan di Halte Museum Sejarah Jakarta dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara bersama dua orang saksi untuk diproses secara hukum dengan berbekal barang bukti berupa rekaman CCTV dan bagian pakaian korban.[4]
Galeri
Tampak keseluruhan halte pada sore hari (2022)
Halte Museum Fatahillah di sore hari. Tampak pedagang mememenuhi jalur BRT sisi selatan halte, 2022
Tampak samping Halte Museum Sejarah Jakarta pada Januari 2024.
Bagian dalam halte saat malam hari, dengan penaikan di sisi selatan halte (kiri gambar) pada Desember 2023.
Tampak sisi barat Halte Museum Fatahillah tertulis nama halte yang tertutup pepohonan, 2022.