Bendungan Wonorejo adalah sebuah bendungan yang terletak di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Bendungan ini berada di kaki Gunung Wilis atau sekitar 12 kilometer dari pusat kota Tulungagung. Bendungan ini memiliki kapasitas sekitar 122 juta m³[1] dengan luas tangkapan air 45 km²,[4] bendungan ini menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan ini diresmikan pada tanggal 21 Juni 2001 oleh Wakil Presiden Indonesia saat itu, Megawati Sukarnoputri.[1]
Bendungan ini dibangun pada aliran Sungai Gondang di Desa Wonorejo dengan menggunakan pinjaman dari OECF sebesar ¥ 14,954 miliar.
Akibat terjadinya sedimentasi, pada tahun 2011, total kapasitas dari waduk yang terbentuk akibat dibangunnya bendungan ini diperkirakan tinggal 107,2 juta meter kubik, dengan kapasitas aktif sebesar 97 juta meter kubik dan kapasitas nonaktif sebesar 10,1 juta meter kubik.[5]
Bendungan Wonorejo merupakan bagian dari sistem daerah aliran sungai yaitu, DAS Brantas. Aliran dari outlet bendungan tersebut dialirkan ke Bendung Tiudan (Dam Kleben) yang berada 4,5 km dibawahnya. Kemudian aliran dari Dam Kleben tersebut di bagi dua outlet yaitu, melalui kanal menuju utara dan satu lagi aliran lama yang menuju muaranya di Kali Ngrowo melewati wilayah Gondang.[6]
Pemanfaatan
Air yang terbendung oleh bendungan ini dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik melalui sebuah PLTA berkapasitas 6,5 MW, serta sebagai sumber air minum sebesar 8,02 meter kubik per detik. Air yang terbendung juga dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 7.540 hektar. Bendungan ini juga difungsikan untuk mencegah terjadinya banjir di Tulungagung, bersama Terowongan Neyama di Kecamatan Besuki. Bendungan Wonorejo kini juga menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tulungagung, selain Pantai Popoh. Beberapa sarana akomodasi pun telah dibangun di sekitar Bendungan Wonorejo, salah satunya adalah Swa-Loh Resort.