Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 2015, dan selesai dibangun pada akhir tahun 2019. Bendungan ini kemudian mulai difungsikan pada bulan Agustus 2021, dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 September 2021.[2]
Manfaat
Bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian seluas 8.510 hektar, mengurangi debit banjir Sungai Gilireng sebesar 1.000 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku sebanyak 0,20 meter kubik per detik untuk empat kecamatan di Wajo.
Bendungan ini juga dapat difungsikan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya.[3] Selain itu, air yang terbendung oleh bendungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik melalui PLTM berkapasitas 2,5 MW.[1]