Pada tahun 2017, terjadi banjir setinggi 30 hingga 100 centimeter di tiga kabupaten di Pulau Sumbawa, karena intensitas hujan yang tinggi, sehingga membuat 32.000 orang warga harus mengungsi dan lahan pertanian tergenang. Bendungan ini kemudian mulai dibangun pada tahun 2019,[1] dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Mei 2024.
Manfaat
Bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian seluas 1.743 hektar di Taliwang dan Brang Ene yang kekurangan air di musim kemarau, mengurangi debit banjir di musim hujan sebesar 425,68 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku sebanyak 0,68 meter kubik per detik. Air yang terbendung oleh bendungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 0,81 MW.[1][2] gimana bisa berfungsi mengairi sawah, jalur irigasinya saja baru direncanakan di 2027