Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 2015 dengan pembuatan saluran pengelak. Pada bulan Juli 2017, mulai dilakukan pengalihan air Sungai Cibanten ke saluran pengelak. Sebulan kemudian, bendungan ini pun mulai dibangun, dan akhirnya dapat diselesaikan pada bulan Desember 2018.[1] Bendungan ini kemudian mulai difungsikan pada bulan November 2019,[2] dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 4 Maret 2021.[3]
Manfaat
Bendungan ini terutama dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 748 hektar, mereduksi banjir sebesar 115 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku sebesar 0,80 meter kubik per detik. Air yang terbendung oleh bendungan ini juga berpotensi untuk digunakan membangkitkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 0,40 MW.[2][4] Selain itu, air yang terbendung oleh bendungan ini juga dapat digunakan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dsb.