Abu Yazid Aqil bin Abi Thalib (bahasa Arab:أبو يزيد عقيل بن أبي طالبcode: ar is deprecated ; ca580 – 670 atau 683) adalah salah satu sepupu Nabi Muhammad dan kakak laki-laki Ali dan Ja'far bin Abi Thalib.[1]
Biografi dan Peran Sejarah
Aqil bin Abi Thalib lahir di Makkah dan tumbuh besar di antara kaum Quraisy. Beliau dikenal memiliki pengetahuan yang sangat mendalam mengenai silsilah (nasab) suku-suku Arab, sehingga sering menjadi rujukan masyarakat pada masanya.
Pada masa awal perkembangan Islam, Aqil sempat ikut bertempur di pihak kaum Quraisy dalam Pertempuran Badar karena terpaksa, hingga akhirnya menjadi tawanan perang. Setelah ditebus oleh pamannya, Al-Abbas, beliau kemudian memeluk agama Islam. Setelah masuk Islam, Aqil menjadi salah satu pembela setia perjuangan dan ikut serta dalam berbagai peristiwa penting, termasuk Pertempuran Mu'tah.
Keluarga
Aqil merupakan anak dari Abu Thalib dan Fatimah binti Asad. Beliau memiliki saudara kandung yang merupakan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam, yaitu Thalib, Ja'far, dan Ali bin Abi Thalib. Beliau juga memiliki beberapa anak, di antaranya yang paling dikenal dalam sejarah adalah Muslim bin Aqil.
Wafat
Aqil bin Abi Thalib wafat pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan dan dimakamkan di pemakaman Jannatul Baqi di Madinah.
Lewis, Ioan M. (1988). A Modern History of Somalia: Nation and State in the Horn of Africa (Edisi 2nd). Boulder and London: Westview Press. ISBN0-8133-7402-2.
Mire, Sada (2020). Divine Fertility: The Continuity in Transformation of an Ideology of Sacred Kinship in Northeast Africa. UCL Institute of Archaeology Publications. Vol.69. New York: Routledge. ISBN978-1-138-36850-7.