Muslim bin Aqil al-Hasyimi (bahasa Arab:مُسْلِم بن عَقِيل الْهَاشِمِيcode: ar is deprecated ) adalah salah seorang anggota Bani Hasyim yang termasuk dalam kalangan tabi'in. Muslim merupakan utusan Husain bin Ali yang dikirim ke Kufah untuk mengambil baiat dari penduduknya yang menyatakan dukungan kepada Husain. Namun, mereka kemudian mengkhianatinya sehingga Muslim dijatuhi hukuman mati oleh gubernur Kufah, Ubaidullah bin Ziyad.
Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu Dawud Muslim bin Aqil bin Abi Thalib al-Hasyimi.[1] Ia merupakan anggota Bani Hasyim[2] dan putra Aqil bin Abi Thalib dari seorang ibu yang berasal dari suku Nabatea.[3][4] Ia juga merupakan sepupu Husain bin Ali.[5] Muslim digambarkan sebagai sosok yang bijaksana, berilmu, dan pemberani.[2] Ia sempat bertemu dengan sejumlah sahabat NabiMuhammad sehingga termasuk dalam golongan tabi'in.[1]
Muslim bin Aqil pada awalnya tinggal di Makkah hingga Husain bin Ali mengutusnya ke Kufah untuk memastikan keadaan di sana setelah menerima ribuan surat dari penduduk Kufah yang mengajaknya berbaiat.[2] Setibanya di Kufah, Muslim menerima baiat dari 12.000 orang (atau menurut riwayat lain, 18.000 orang), lalu mengirim surat kepada Husain untuk meyakinkannya bahwa penduduk Kufah setia kepadanya. Namun, para pengikut yang telah berbaiat kepadanya kemudian mengkhianatinya. Muslim akhirnya ditangkap lalu dijatuhi hukuman mati oleh gubernur Kufah yang baru diangkat, Ubaidullah bin Ziyad, atas perintah Khalifah Yazid bin Muawiyah.[5]
Keturunan
Muslim memiliki beberapa anak, di antaranya Abdullah, Ali, Muslim, Abdul Aziz, dan Muhammad. Mereka merupakan anak-anaknya dari Ruqayyah binti Ali, putri Ali bin Abi Thalib, yang juga merupakan paman Muslim.[4][6] Salah satu putranya, Abdullah bin Muslim, menjadi pendukung Husain dan terbunuh bersamanya dalam Pertempuran Karbala.[7]
Warisan
Muslim dikenal sebagai orang yang memiliki kemiripan dengan Nabi Muhammad. Abu Hurairah pernah berkata, "Aku tidak melihat seorang pun dari keturunan Abdul Muthalib yang lebih mirip dengan Nabi Muhammad selain Muslim bin Aqil."[1][8]
↑"الكامل في التاريخ >> ثم دخلت سنة إحدى وستين"[Al-Kamil fi at-Tarikh – Peristiwa tahun enam puluh satu]. www.islamweb.net (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-18. Diakses tanggal 2022-07-18.
↑At-Tarikh al-Kabir oleh al-Bukhari volume 7 halaman 266