Nama asli Abdullah bin Ummi Maktum adalah Abdullah sementara pendapat lain mengatakan Amr.[3] Ia berasal dari klan Bani Amir bin Lu'ay dari kabilah suku Quraisy.[4] Silsilahnya adalah Abdullah bin Qais bin Zaidah bin al-Asham bin Hadam bin Rawahah bin Hujr bin Abdu bin Mu'ish bin Amir bin Lu'ay. Bibi Abdullah, Fatimah binti Zaidah, adalah ibu Khadijah binti Khuwailid. Dengan demikian, ia merupakan sepupu dari pihak ibu Khadijah.[5] Ibunya yang bernama Ummi Maktum berasal dari Bani Makhzum dan nama aslinya adalah Atikah binti Abdullah bin Ankatsah bin Amir bin Makhzum bin Yaqazhah.[6]
Keislaman
Abdullah bin Ummi Maktum memiliki kekurangan, yaitu dia adalah seorang tuna netra tetapi hal ini tidak mengurangi keinginannya untuk memeluk dan belajar agama Islam. Ia memiliki status sosial yang biasa-biasa saja pada awalnya.[1] Saat hijrah, Abdullah mengikuti rombongan kedua yang mencapai Madinah.[7] Ia kemudian menjadi muazin Nabi bergantian dengan Bilal bin Rabah.[1] Bilal biasa mengumandangkan azan subuh, maka muslimin masih bisa makan dan minum hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan, dan tidaklah ia mengumandangkan azan kecuali dikatakan kepadanya,"Kita telah memasuki waktu subuh."[1]
Sebagai seorang Muslim yang taat, sebenarnya Ibnu Ummi Maktum berkeinginan untuk mendapatkan mati syahid melalui pertempuran. Akhirnya, ia dapat mengikuti pertempuran dalam Pertempuran al-Qadisiyyah dengan menggunakan baju zirah dan memegang panji Islam di antara dua barisan, di bawah komando Sa'ad bin Abi Waqqash dan mendapatkan mati syahid pada tahun 15 H / 636 M.[7]