Keluarga
Ayahnya bernama Baharuddin Yoesoef (1885–1929) dan ibunya, Siti Mariam (1892–1935). Alamsjah adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara; nama-nama saudaranya adalah Achmad Bermawi, Siti Arbain, Siti Hafsyah, Siti Amenah, Mohammad Adenan, Siti Rohaya, Mohammad Sirod dan Marsiyem.
Pada 12 Januari 1952 Alamsjah menikah pada dengan Siti Maemunah, yang lahir di Palembang pada 15 April 1930. Pasangan ini dikaruniai lima orang anak yaitu Jusuf Haery Utama Alamsjah, Muhammad Ali Muda Eddy Alamsjah, Muhammad Soleh Bingsiwijaya Alamsjah, Siti Mariam Alamsjah, dan Siti Hafsah Alamsjah. Dari anak-anaknya, Alamsjah dan istrinya memperoleh 12 orang cucu. Salah satunya adalah Abdul Sattar yang dilahirkan pada (30 September 1984) dari pasangan Siti Mariam Merry Alamsjah dan Dr Abadi Soetisna, MSI.
Beberapa cucu Alamsjah yang lain di antaranya adalah Achmad Syamsuri Muda, yang kemudian diberi nama Amot (25 April 1987) yang lahir dari pasangan Atty Alamsjah dan Ir. Agus Bachtiar, dan Ahmad Syukri (3 November 1988) dari pasangan Muhammad Soleh Denny Alamsjah dan Ginna. Alamsjah juga diberikan dua cucu dari pasangan anak laki-laki keduanya, Muhammad Ali Muda Eddy Alamsjah dan Hartanti Yuniari Soeharto, yang bernama Siti Fatimah Hapsari Ayuningdyah Ariswari Alamsjah dan Muhamad Yusuf Baharuddin Satria Muda Alamsjah.
Adapun cucu dari pasangan putra tertuanya Jusuf Haery Utama Alamsjah dan Dewi Arimbi Soeharto yang merupakan putri dari dr. H.Soeharto & Sinta Tedjasukmana Soeharto, adalah Siti Maimunah Jibrilia, Abdullah M. Abi Alamsjah, Siti Khadijah Mikhailia Tikha Alamsjah (istri Bupati Ogan Ilir 2021-2030 Panca Wijaya Akbar), Abdurahman M. Dumas dan Abdurahim M. Khairy Alamsjah Muda. Putra tertua Alamsjah juga mengikuti jejak sang ayah dalam pengabdian kepada negara sebagai wakil rakyat di DPR/MPR RI sejak tahun 1992 dan sempat bertugas di DPP GOLKAR serta ICMI Pusat.