Ia lahir di magelang pada tanggal 16 November 1921. [2]
Karier
Operasi PC2
Sebagai Kepala Perhubungan Udara Angkatan Udara Republik Indonesia, Boediardjo mendirikan stasiun radio darurat rahasia dengan kode panggil PC2 di sebuah rumah petani di Dusun Banaran, Playen, Gunungkidul. Untuk menghindari deteksi Belanda, antena radio disembunyikan di pohon kelapa dan genset disembunyikan di lubang rahasia pada siang hari. Stasiun radio ini hanya dioperasikan pada malam hari. Pada pagi hari 1 Maret 1949, Serangan Umum berhasil mengambil alih Yogyakarta selama beberapa jam. Keesokan harinya, dini hari tanggal 2 Maret 1949, stasiun radio PC2 yang dipimpin Boediardjo mengirimkan berita kemenangan ini dari Yogyakarta (PC2) menuju Bukittinggi , lalu ke Takengon dan diteruskan ke Yangon sehingga dapat diterima oleh All India Radio di New Delhi yang kemudian menyiarkannya ke seluruh dunia hingga akhirnya sampai kepada delegasi Indonesia untuk PBB yang berada di New York yang mematahkan propaganda bahwa Indonesia kalah dan sudah hancur.[3][4]