Diresmikan pada tahun 1985, terminal Kalideres sejak awal dirancang sebagai titik integrasi transportasi penting untuk menghubungkan wilayah Jakarta dengan kota-kota penyangga seperti Jabodetabekjur dan berbagai daerah di Pulau Jawa. Nama terminal ini diambil dari wilayah tempatnya berada, yakni Kecamatan Kalideres. Istilah ini berasal dari Kali Mookervaart—sebuah saluran air buatan yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda antara tahun 1678 dan 1689. Pada pendalaman kali di masa Gubernur Jenderal Dirk van Cloon (1732), arus air yang mengalir sangat deras sehingga masyarakat lokal menyebutnya sebagai "Kali deres".[3]