Terminal Cicaheum (bahasa Sunda:ᮒᮨᮁᮙᮤᮔᮜ᮪ ᮎᮤᮎᮠᮩᮙ᮪code: su is deprecated ) adalah terminal penumpang tipe A yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Kompleks terminal yang memiliki luas sekitar 1,1 hektar ini memiliki 14 shelter pemberangkatan yang mampu menampung sekitar 517 bus selama 24 jam. Terminal ini merupakan pintu masuk ke Kota Bandung dari arah timur.[1]
Terminal ini diresmikan oleh Wali Kota Bandung ke-13, Otje Djundjunan pada tanggal 23 Agustus 1975. Terminal legendaris ini jadi saksi bisu hilir mudik para penduduk serta telah menyimpan banyak kenangan bagi mereka yang mengadu nasib di KotaBandung. Pada tahun 1980-an, terminal ini terkenal dengan banyaknya aksi premanisme. Dengan rekam jejaknya, terminal ini sempat pernah dijadikan sebagai lokasi syuting dari serial Preman Pensiun.[3]
Terminal Cicaheum memiliki bangunan utama yang terletak di sisi timur terminal. Area terminal dibagi menjadi tiga, yakni area utara untuk busperkotaan, area selatan untuk bus antarkota dan area barat untuk angkot.
Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarprovinsi (AKAP)
Jalur 12
Jalur langsung bus
Jalur 13—14
Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarprovinsi (AKAP)
Area barat
Angkot
Selatan bangunan
terminal
MPU
Rute transportasi umum
Angkot
Angkutan kota dilayani oleh kendaraan yang biasanya disebut angkot oleh masyarakat Bandung. Angkot di Bandung terdiri dari dua jenis, yaitu angkot dalam kota dan angkot antarkota dalam provinsi (AKDP). Berikut merupakan rute angkot yang masuk ataupun hanya melewati Terminal Cicaheum.
Bus perkotaan atau bus kota di Bandung mulai beroperasi pada 22 Juni 1978. Bus ini menggantikan kendaraan roda tiga dan bemo yang sebelumnya melayani transportasi warga Kota Bandung. Berdasarkan SK Wali Kota Bandung No. 10/85/1978, Perum DAMRI ditunjuk menjadi operator kendaraan massal tersebut dan membuat rute bus di Bandung. Pada awalnya, DAMRI hanya mengoperasikan 70 unit bus Tata buatan India. Rentang tahun 1978 sampai dengan 1988 semua bus Tata diganti dengan Mercy 1113. Peremajaan tersebut untuk memberikan pelayanan pada masyarakat dan semakin meningkatnya permintaan akibat meningkatnya populasi penduduk. Pada tahun 2002, DAMRIBandung mengoperasikan bus Rute Pelayanan Prima (RPP).[6]
Terminal Cicaheum – Simpang Cicadas Kiaracondong – Kiara Artha Park – Jalan Banten – Kebon Waru – Gor KONI – Jalan Bengawan – Jalan Mangga – Kantor Pos Kosambi – Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang – Katapang Kaler – Simpang Lima Asia Afrika – Jalan Kasim – Monumen 0 KM Kota Bandung – Gedung Merdeka – Alun-alun Bandung – KEB Hana Bank – GKI Anugerah – Mayapada Tower – Toko Ambon – Kemenag Kanwil Jabar – Optik Krida – Sudirman 3 – Rajawali Barat – Plaza Telkom Rajawali – Elang
Elang – Rajawali 1 – Dungus Cariang – SMA Trinitas – RS Kebon Jati – SMA Pasundan – Terminal Stasiun Hall – Stasiun Timur – Perintis Kemerdekaan – Bank Indonesia – Lembong – Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Rumah Sakit Umum Bungsu – Simpang Veteran - Sunda – Katapang Kaler – Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang – Kantor Pos Kosambi – Jalan Mangga – Jalan Bengawan – Simpang Supratman - Ahmad Yani – Simpang Cikaso - Bogor – Jembar Awi Bitung – Terminal Cicaheum
Cibiru – Terminal Cicaheum – Simpang Cicadas Kiaracondong – Kiara Artha Park – Jalan Banten – Kebon Waru – Gor KONI – Jalan Bengawan – Jalan Mangga – Kantor Pos Kosambi – Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang – Katapang Kaler – Simpang Lima Asia Afrika – Jalan Kasim – Monumen 0 KM Kota Bandung – Gedung Merdeka – Alun-alun Bandung – Jalan Dalem Kaum – Toko Mas ABC – Simpang Ijan – Lapang Tegalega Bandung – Muara – Rumah Sakit Imanuel – SDN Babakan Tarogong – Leuwipanjang Soekarno Hatta – Terminal Leuwipanjang
Terminal Leuwipanjang – SDN Babakan Tarogong – ITC Kebon Kelapa – Grand Yogya Kepatihan – Jalan Alun-alun Timur – Alun-alun Bandung – Kantor Pos Banceuy – Simpang Banceuy - ABC – Rumah Sakit Murni Teguh Naripan – Simpang Veteran - Sunda – Katapang Kaler – Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang – Kantor Pos Kosambi – Jalan Mangga – Jalan Bengawan – Simpang Cikaso - Bogor – Jembar Awi Bitung – Terminal Cicaheum – Cibiru
Tunai:
Rp. 8.000,-
Mobil Penumpang Umum (MPU)
Mobil Penumpang Umum (MPU) dilayani oleh kendaraan yang disebut Elf. Elf merupakan alat transportasi antarkota selain bus dan angkot yang sering digunakan warga Bandung untuk bepergian menuju daerah di kawasan Jawa Barat bagian timur yang mempunyai kontur jalanan pegunungan yang sempit dan berliku. Elf ini mempunyai bentuk minibus dengan kapasitas sekitar 12 orang, yang terkadang diisi sampai dengan 20 orang menggunakan bangku tambahan. Berikut merupakan trayek mobil penumpang umum (MPU) yang tersedia di Terminal Cicaheum.[10]