Menyusul pembangunan Stadion Internasional Jakarta (JIS) yang hampir rampung pada pertengahan tahun 2021, JakPro melakukan pembahasan dan kajian dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan mengenai rencana pembangunan stasiun kereta api di kawasan JIS guna melayani pengunjung stadion tersebut. Pada waktu itu, stasiun kereta api terdekat dari JIS adalah Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok. Jarak dari JIS ke kedua stasiun tersebut dirasa terlalu jauh bagi para pejalan kaki. Sehingga untuk mengakomodasi keramaian yang akan terjadi di Stadion Internasional Jakarta, dibutuhkan sebuah stasiun baru dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari stadion.[3][4] Berdasarkan rencana awal, stasiun tersebut akan dibangun di sebelah barat stadion.[5]
Pemandangan peron sisi di sebelah timur yang baru dibangun pada tahap awal.
Tahap pembangunan
Mulai bulan Maret 2022, PT KAI menertibkan bangunan-bangunan liar yang berada di pinggiran rel jalur Ancol—Tanjung Priok.[6] Para warga yang bertempat tinggal di bangunan semi-permanen di bantaran rel kawasan JIS bersedia pindah dengan sukarela pada Oktober 2022.[7] Pada bulan Februari 2023, pembangunan stasiun sementara di dekat JIS sudah berlangsung. Secara bersamaan juga akan dibangun stasiun ultimate. Rencananya, Stasiun JIS akan dibangun di sisi timur dan sisi barat kawasan JIS.[8]
Pada bulan Juli 2023, proses pembangunan stasiun sementara telah mencapai 30%. Bagian dari stasiun sementara tersebut yang sudah dibangun berupa sebuah peron dengan kanopi sepanjang kurang lebih 100 meter yang berada di sebelah utara jalur kereta api, di sisi lintas menuju Tanjung Priok. Peron tersebut terletak di kolong Jalan Tol Pelabuhan 1.[9]
Pembangunan stasiun sempat terhenti dan dilanda ketidakpastian. Pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta menuturkan bahwa pembangunan stasiun sementara di dekat JIS terkendala oleh proyek pembangunan Jalan Tol Pelabuhan 2, yang menyebabkan tersendatnya pembangunan jembatan penyebrangan orang (JPO) sebagai akses stasiun yang terletak di sisi timur JIS.[10] Berdasarkan rencana, pembangunan JPO akan dimulai pada bulan Oktober 2023,[11] dan secara keseluruhan stasiun tersebut diperkirakan dapat mulai beroperasi pada April 2024.[12]
Pada bulan Oktober—November 2025, telah didirikan dua peron bancik dari logam yang dilengkapi dengan kanopi di kedua sisi jalur utama. Proses konstruksi bangunan utama stasiun belum dimulai.[13][14] Barulah pada bulan Maret 2026, pembangunan dilanjutkan dengan masif berupa bangunan utama sekaligus tangga penghubung menuju jembatan penyeberangan orang di stasiun. Sebagian bangunan stasiun ini juga dibuat menggunakan badan kontainer yang difungsikan sebagai fasilitas dasar stasiun seperti musala dan toilet.
Pengoperasian dan peresmian
Pembangunan bangunan sementara Stasiun Jakarta International Stadium selesai pada bulan Mei 2026. Stasiun ini mulai dioperasikan dan melayani penumpang pada siang hari tanggal 22 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-499 Daerah Khusus Jakarta. Peresmian stasiun ini dilaksanakan oleh Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, bersama dengan peresmian fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) dan Gerbang Ancol Stadion Internasional Jakarta.[2][15]
Pada tahap awal, Stasiun Jakarta International Stadium memberlakukan tarif Rp1,00 (satu rupiah) untuk perjalanan dari dan menuju stasiun lain di Lin Tanjung Priok yakni Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Ancol, dan Stasiun Tanjung Priok. Penetapan tarif ini dilakukan sebagai langkah uji coba operasional terbatas stasiun selama sepekan setelah stasiun dioperasikan yakni pada tanggal 22—28 Juni 2026.[16]
Perencanaan ke depan
Stasiun Jakarta International Stadium beroperasi secara terbatas hingga pukul 21.30 WIB. Sehubungan dengan fungsinya untuk mendukung operasional Stadion Internasional Jakarta, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebutkan pengoperasian layanan Commuter Line Tanjung Priok direncanakan agar dapat diperpanjang menyesuaikan dengan kegiatan di stadion.[17] Selain itu direncanakan dalam jangka panjang, bangunan stasiun ini akan dikembangkan menjadi lebih besar untuk melayani kedua arah sekaligus mengakomodasi keramaian di Stasiun JIS yang rencananya mampu menampung penumpang sebanyak 1.000—2.000 orang per hari.[18]
Tata letak
Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan hanya sebuah peron sisi tanpa memiliki sepur belok sama sekali; terdiri dari jalur dwiganda dengan jalur ganda di sisi utara yang mengarah dari Jakarta Kota—Kampung Bandan dan jalur ganda di sisi selatan yang mengarah dari Rajawali.[19]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).