Dari arah Semarang Tawang (barat laut), stasiun ini merupakan tempat percabangan bagi jalur rel ke Gambringan (timur) dan Solo Balapan (tenggara). Dengan posisi demikian, peron stasiun ini berbentuk pulau. Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api yang terbagi menjadi dua emplasemen: utara dan selatan.
Awalnya emplasemen selatan memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Solo Balapan maupun Semarang Tawang, sedangkan emplasemen utara memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Gambringan. Setelah jalur ganda segmen Alastua-Gubug resmi dioperasikan pada akhir Agustus 2013,[3] tata letak stasiun ini sedikit dirombak, Di emplasemen selatan, jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Solo Balapan. Di emplasemen utara, jalur 2 hanya dijadikan sebagai sepur lurus arah Gambringan saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sebagai sepur lurus baru untuk arah Semarang Tawang. Dahulu terdapat juga jalur cabang ke Perhutani.
Sejak tahun 2010 sistem persinyalan stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi PT Len Industri.
Sepur belok sekaligus tempat bongkar muat kereta api barang peti kemas
→
Dengan dibangunnya jalan layang sebagai pengganti perlintasan sebidang yang terdapat di sebelah tenggara stasiun ini, pintu masuk stasiun mengalami perubahan. Sebelumnya pintu masuk berada di tengah-tengah antara emplasemen selatan dan utara, sekarang pintu masuk stasiun berada di sisi selatan stasiun, lebih tepatnya di samping gudang semen. Dahulu di sebelah utara stasiun terdapat bangunan gudang persediaan pupuk milik PT Pusri. Namun bangunan gudang pupuk tersebut sudah dibongkar total. Sekarang lahan tersebut digunakan untuk aktivitas bongkar muat peti kemas
Dahulu ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Tegowanu, terdapat Halte Singor dan Halte Karangawen yang kini sudah tidak aktif.[4]
Ciri khas
Bersama dengan kebanyakan stasiun penumpang lainnya di Daop IV, stasiun ini memutarkan lagu instrumental Gambang Semarang setiap kali terjadi kedatangan dan keberangkatan kereta api penumpang.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 16 April 2026.[5]
↑Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. hlm.164–165.
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).