*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Di Myanmar, Rāmañña Nikāya (Burma: ရာမညနိကာယcode: my is deprecated (Mon: ရာမညနိကာယcode: mnw is deprecated ) adalah ordosanghaMon terkemuka yang terutama berlokasi di Uni Myanmar. Menurut peraturan resmi pemerintah Myanmar, yang mengakui total sembilan ordo sangha legal, Rāmañña Nikāya tidak termasuk di antaranya.[1] Secara hukum, wihara-wihara yang termasuk dalam Rāmañña Nikāya di Myanmar diklasifikasikan di bawah Sudhammā Gaṇa. Menurut sensus monastik tahun 2024 (Era Burma 1386), Rāmañña Nikāya Burma terdiri dari:
Meskipun Rāmañña Nikāya tidak secara resmi diakui sebagai entitas hukum terpisah di Myanmar, ia merupakan ordo monastik terbesar dari tiga ordo utama di Sri Lanka.[3]Rāmañña Nikāya Sri Lanka didirikan oleh Yang Mulia Ambagahawatte Indrasabhawara Ñāṇasāmi Mahā Thera, yang menerima penahbisan tingkat tingginya di Ratana Punna Vihara di Myanmar sebelum kembali ke Sri Lanka pada tahun 1864.[4]
Sejarah
Catatan sejarah menunjukkan bahwa selama pemerintahan Raja Dhammazedi, yang memerintah tiga provinsi Mon, sangha (komunitas monastik) terbagi menjadi enam ordo yang berbeda. Untuk memurnikan agama, Raja Dhammazedi mengirim sekelompok biku ke tradisi Mahāvihāra di Sri Lanka untuk menerima penahbisan tingkat tinggi baru di Kalyani Sīmā. Setelah kembali, para biku ini menahbiskan kembali para pemuka agama di seluruh wilayah Mon. Hal ini menyatukan ordo sangha Mon menjadi satu garis keturunan yang dikenal sebagai Mahāvihāra-Kalyani Nikāya. Oleh karena itu, Rāmañña Nikāya modern dapat ditelusuri kembali ke garis keturunan Mahāvihāra Sri Lanka pada era Raja Dhammazedi. Dalam bahasa Mon, ordo ini secara umum disebut “Goin Jnor ဂိုဏ်ဇၞော်” (“Ordo Agung”).
Setelah wilayah Mon jatuh di bawah kendali Burma, para biku Mon melakukan kegiatan keagamaan (kamma) bersama dengan biku lainnya, dan dikategorikan dalam ordo Sudhammā Gaṇa.
Setelah Perang Britania Raya–Burma Pertama, wilayah Martaban (saat itu Tenasserim) berada di bawah kekuasaan Inggris. Para biku Mon yang telah melarikan diri ke Thailand kembali untuk menghidupkan kembali tradisi keagamaan Mon. Pada tahun 1852 (1214 BE), atas permintaan para biku Mon, pemerintah Inggris secara resmi mengakui Rāmañña Nikāya untuk pertama kalinya. Pemimpin Tertinggi (Gaing-oke) pertama adalah kepala vihara Desa Sakkaw di Bilu Kyun (Chaungzon).[5]
Pada tahun 1920 (BE 1282), para biku Mon mengadakan pertemuan Asosiasi Rāmañña Nikāya di Vihara Maha Waiyan Bon di Desa Kawhnat, Mawlamyine. Mereka mengirim surat resmi kepada gubernur Inggris yang menyatakan bahwa mereka tidak ingin berada di bawah otoritas Thathanabaing (Patriark Tertinggi) yang diangkat di Burma Hulu.[6]
Pada tanggal 27 Desember 1946, sebuah konferensi besar diadakan di Desa Panga. Yang Mulia Kepala Vihara Kesara dari Vihara Veluvana di Desa Pa-auk diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi.[5]
Pada tanggal 6 Mei 2018 (BE 1380), ordo tersebut mengangkat Yang Mulia Bhadanta Tejawanta sebagai pemimpinnya. Pada saat pengangkatannya, beliau berusia 96 tahun, dengan 76 tahun menjadi biku, dan diakui atas senioritas, disiplin, dan kebijaksanaannya.[7]
Mahānāyaka Thera dari Rāmañña Nikāya
Berikut ini adalah daftar Mahānāyaka Thera dari Mon Rāmañña Nikāya.
Tahun
Nama
Asal wihara
1852
Sayadaw of Sakkaw
Sakkaw Monastery (ဘာသက္ကော), Bilu Kyun
1920 – 1946
Sayadaw of Bar-Paloit
West Monastery (ဘာပလိုတ်), Panga Village
1946 – 1956
Bhaddanta Sila Teja
West Monastery (ဘာပလိုတ်), Panga Village
1956 – 1964
Bhaddanta Khema
Kyaik Monastery (ဘာကျာ်), Kyaikmaraw
1964 – 1969
Bhaddanta Indasara
Taka Monastery (ဘာတင်္ကာ), Zin Kyaik
1969 – 1976
Bhaddanta Punyarambha
Wa Monastery (ဘာဝါ), Htung-aing Village
1976 – 1979
Bhaddanta Paninda
Sima Monastery (ဘာသိမ်), Taung-maw Village
1979 – 1980
Bhaddanta Pannadipa
Ang-khay Monastery (ဘာအင်ခေဝ်), Ang-khay Village
1980 – 1982
Bhaddanta Ketumala
Toke Monastery (ဘာတိုက်), Baw Village
1982 – 1987
Bhaddanta Silavamsa
West Monastery (ဘာပလိုတ်), Panga Village
1987 – 1989
Bhaddanta Kosalla
Pitakat Monastery (ဘာပိဋကတ်), Mudon
1989 – 1990
Bhaddanta Pannajoti
Toke Monastery (ဘာတိုက်), Tamo-kneing Village
1990 – 1994
Bhaddanta Nandavamsa
Great Monastery (ဘာဇၞော်), Kaw-boit Village
1994 – 2000
Bhaddanta Kuvera
Win-ray Monastery (ဘာဝင်ရာဲ), Win-ray Village
2000 – 2010
Bhaddanta Silavanta
Dat-paung-kaw Monastery (ဘာဓါတ်ပံင်ကောံ), Yangon
2010 – 2015
Bhaddanta Vamsadipa
Old Monastery (ဘာတြေံ), Kho-zar Village
2015 – 2025
Bhaddanta Tejawanta
Gat Monastery (ဘာဂါတ်), Mudon (Meninggal dunia September 2025, berusia 104)