Tusita (Dewanagari: तुषित;,IAST:Tuṣita,तुषित) adalah istilah dalam agama Hindu dan Buddha yang berkaitan dengan alam dewa atau surga. Dalam agama Hindu, Tusita merupakan salah satu kelompok dewa, sementara dalam Buddhisme, Tusita merupakan salah satu surga atau alam selain Bumi.
Menurut Bhagawatapurana, Tusita merupakan kelompok dewata keturunan Yadnya dan Daksina, pada Manwantara Pertama (era Swayambu Manu). Nama-nama mereka ialah: Tosa, Pratosa, Santosa, Badra, Santi, Idaspati, Idma, Kawi, Wibu, Swahna, Sudewa, dan Rocana. Mereka semua merupakan pengikut ayahnya yang menjabat sebagai Indra, pemimpin para dewa saat Manwantara Pertama.[3][4]
Buddhisme
Relief Borobudur, menggambarkan Bodhisatwa (tengah) sedang berada di Tusita, dikelilingi para dewa-dewi.
Dalam Buddhisme, Tusita adalah salah satu alam surga, tempat terlahirnya para makhluk yang sudah mengembangkan Dasa Kusala Kamma secara sempurna. Di alam ini, Bakal Calon Buddha (Sammasambodhisatta) akan berdiam sebelum dia akhirnya memilih untuk terlahir menjadi seorang manusia pada tempat, zaman dan status keluarga yang tepat, untuk kemudian menjadi seorang Sammasambuddha.
Di alam inilah BodhisatwaŚvetaketu ("Panji Putih") tinggal sebelum lahir ke Bumi sebagai Gautama Buddha, Buddha era sekarang. Demikian pula, di alam inilah Bodhisattva Nātha ("Pelindung") kini tinggal, dan di masa depan dia akan lahir ke Bumi sebagai Buddha Maitreya sebagaimana kepercayaan Buddhis.[5][6]
↑Dharmachakra Translation Committee (2021). "Maitreya's Setting Out | Introduction". 84000 Translating The Words of The Buddha (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-08.
↑Williams, Paul. Mahayana Buddhism: The Doctrinal Foundations 2nd edition. Routledge, 2009, p. 218.